Unduh Aplikasi

Klarifikasi Ketua Asrama Putri IPPAT Banda Aceh

Klarifikasi Ketua Asrama Putri IPPAT Banda Aceh
Ketua Asrama Putri IPPAT Banda Aceh Zakiatusshaliha. Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Asrama Putri IPPAT Banda Aceh Zakiatusshaliha mengklarifikasi tudingan adanya korban ospek di asrama yang dipimpinnya itu. Ia mengaku tidak terjadi apapun di asrama.

"Tidak ada kekerasan ospek, satu orang terkilir karena jatuh dari tangga, murni kecelakaan pribadi. Kemudian ada yang sampai masuk rumah sakit itu adalah memang beliau sudah sering sakit sebelum masuk asrama, sejak tinggal di Asrama Bidikmisi Unsyiah sudah sering sakit dan masuk rumah sakit," kata Zakiatusshaliha dalam rilis yang diterima AJNN, Senin (23/10).

Ia menjelaskan aturan di asrama sudah sangat jelas ditulis bahwa pulang tidak lewat dari jam 22.00 WIB, wajib mengikuti pengajian rutin, piket harian, wajib melapor jika tidak menginap di asrama selama 1×24 jam.

Baca: Ospek di Asrama Putri Aceh Timur Jatuh Korban

"Bagi mahasiswi baru harus menghafal beberapa ayat pendek Alquran, bagi mahasiswi baru wajib mengetahui rukun Iman dan rukun Islam dan bangun pagi jam 05.00 WIB, subuh berjamaah pada saat pelaksanaan silaturahmi, serta pada saat adanya mahasiswi baru yang tinggal di asrama, kami selalu memberitahukan aparatur desa setempat," ungkapnya.

"Apakah aturan-aturan tersebut memberatkan, apakah aturan tersebut harus kita tiadakan sehingga warga asrama bebas melakukan apa saja yang di kota perantauan yang jauh dari rumah dan keluarga."

Ia menilai pernyataan yang disampaikan Ketua IPPAT adalah pembohongan publik alias hoax.

"Kami minta kepada pihak-pihak yang berkepentingan kami siap dan menunggu di asrama, siapapun boleh datang dan melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Jangan adu domba mahasiswa untuk kepentingan kelompok," tegasnya.

Komentar

Loading...