Unduh Aplikasi

Kisruh Pembakaran Bendera PA dan PNA di Pidie Berakhir Damai

Kisruh Pembakaran Bendera PA dan PNA di Pidie Berakhir Damai
Massa dari kader PNA ketika menurunkan bendera Partai Aceh di Pidie. Foto: Ist

BANDA ACEH – Kisruh pembakaran bendera Partai Aceh yang dilakukan oleh kader Partai Nasional Aceh (PNA) di sepanjang jalan Kembang Tanjong, Pidie, Rabu (2/11), berakhir damai. Kesepakatan damai terjadi setelah aparat kepolisian dan penyelenggara pemilu memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Juru bicara Partai Nasional Aceh Thamren Ananda mengatakan kejadian pembakaran tersebut disebabkan karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun setelah dilakukan mediasi akhirnya masalah tersebut selesai dan berakhir damai.

Baca: BREAKING NEWS: Massa Yang Diduga Pendukung Irwandi Bakar Bendera Partai Aceh

“Allhamdulillah sudah damai. Saya meminta kepada media untuk tidak membesar-besarkan masalah ini, karena sudah selesai semua,” kata Thamren kepada AJNN, Rabu (2/11).

Thamren mengatakan kejadian tersebut berawal ketika adanya pembakaran bendera dan pengrusakan baliho pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang diduga dilakukan oleh kader Partai Aceh.

Selanjutnya, kata Thamren, pihaknya segera membuat laporan ke panitia pengawas pemilihan (panwaslih), Polsek Kembang Tanjung dan ke Koramil. Namun massa PNA yang sudah tidak mampu menahan emosi, turun ke lapangan dan merusakan seluruh bendera PA yang terpasangan di sepanjang jalan Kembang Tanjong.

“Saya memang berada di lokasi ketika kejadian, tapi saya bersama kapolsek dan danramil. Kami ke lokasi untuk menghalau massa agar tidak melakukan aksi tersebut, dan untuk menarik massa kembali ke posko, tapi tidak berhasil,” ungkap Thamren.

Thamren menambahkan setelah adanya pertemuan kedua belah pihak, maka permasalahan ini sudah selesai dan damai. Untuk itu, dirinya berterima kasih kepada Kapolres Pidie, Danramil, Kapolsek Kembang Tanjong, dan penyelenggara pemilu yang sudah memediasi sehingga masalah ini terselesaikan secara damai.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua unsur yang sudah mendamaikan masalah ini. Saya berharap masalah seperti ini tidak terjadi lagi di Aceh, dan cukup hanya sekali terjadi di Pidie. Sehingga kita bisa bersama-sama melaksanakan pilkada secara damai dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Aceh Suadi Sulaiman mengimbau kepada semua relawan, kader, simpatisan dan pengurus Partai Aceh serta anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) di seluruh Aceh, Pidie dan khususnya di Kembang Tanjong agar menahan diri, dan segera menarik diri dari lokasi kejadian.

“Jangan terpancing dengan perbuatan "haram" tersebut, walaupun perbuatan dilakukan oleh orang yang sering berteriak pilkada halal. Pokoknya semua orang kita harus mundur,” kata Suadi Sulaiman.

Adi Laweung—sapaan Suadi Sulaiman—mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada panwaslih, KIP dan pihak kepolisian untuk diusut tuntas sekaligus diberikan tindakan hukum kepada pelaku dan kandidat.

“Kami harap kasus ini diselesaikan dan diberikan tindakan hukum kepada pelaku,” harapnya.

Komentar

Loading...