Kisah Zahra, Gadis 15 Tahun Bekerja Jadi Kuli Bangunan

LHOKSEUMAWE - “Kadang sampai dua hari tidak makan, terkadang mamak beli pisang satu sisir untuk dibagikan ke kami kalau lagi tidak ada makanan,” ucap Zahra, gadis 15 tahun asal Gampong Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Gubuk kayu bekas kedai ukuran dua kali tiga dengan alas tanah beratap terpal menjadi istana baginya untuk berlindung dari sinaran matahari dan guyuran hujan.

Ditinggal pergi  ayah kandungnya sejak enam tahun lalu, Zahra bersama ibu dan tiga saudara kandungnya harus berjuang agar tetap bertahan hidup di kota “Petrodolar”.

“Alhamdulillah, meskipun kehidupan seperti ini saya bersyukur,” ucapnya siswi kelas 3 SMP Negeri 5 Lhokseumawe itu kepada AJNN, Rabu (3/2).

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini

Umum
USK Jalin Kerja Sama dengan KPK

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kesepakatan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya...