Kisah Penyandang Disabilitas, Bertahan Hidup dari Hasil Kursi Bambu

ACEH UTARA - “Tiga tahun lalu kaki saya diamputasi karena kecelakaan dan istripun pergi,” ucap Zainuddin, ayah dari lima anak yang saat ini tinggal di gubuk tidak layak huni Gampong Cot Lambideung, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Di gubuk berukuran empat kali dua setengah, Zainuddin Zainal tinggal bersama dua orang anaknya. Meskipun tercatat sebagai penyandang disabilitas karena kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan tiga tahun lalu. Pria tersebut tetap semangat untuk mencari nafkah menghidupi anak-anaknya.

“Jadi tiga tahun lalu saya mengalami kecelakaan, kedua kaki saya terpaksa diamputasi,” katanya kepada AJNN saat menyambangi rumahnya.

Nasib malang menimpanya, pascamengalami kecelakaan istrinya pun pergi meninggalkan dirinya dalam kondisi cacat dengan meninggalkan dua orang anak. Sementara ketiga anaknya yang lain dibawa bersama mantan istrinya tersebut.

“Saya pindah ke gubuk ini sekitar lebih kurang delapan bulan lalu, sebelumnya saya tinggal di Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.

Di rumah itu, Zainuddin diurus oleh anak perempunanya Afifa Safira (13). Setiap hari gadis yang baru lulus sekolah dasar itu memasak hingga mencuci baju ayah dan adiknya.

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini