Unduh Aplikasi

Kisah Islamiah Yang Hidup di Gubuk Bambu Reot di Aceh Utara

Kisah Islamiah Yang Hidup di Gubuk Bambu Reot di Aceh Utara
Kondisi rumah Islamiah

ACEH UTARA - Islamiah (39) warga Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, tinggal di sebuah gubuk bambu reot beratap rumbia bersama suami dan seorang anaknya.

Gubuk tanpa sekatan kamar itu letaknya tidak jauh dari bantaran sungai, yang kerap menjadi langganan banjir. Dirinya masih bersyukur masih ada sepetak tanah yang diwariskan keluarganya untuk mendirikan gubuk tersebut.

Islamiah merupakan salah satu keluarga tidak mampu dari sederetan keluarga miskin yang ada tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Wajah pucat Islamiah kian terpati ketika dirinya berusaha menceritakan cara keluarganya bertahan kehidup dalam kemiskinan selama 2 tahun belakangan ini penuh suka duka bersama keluarga.

"Bukhari (56) suami saya sudah dua tahun menderita penyakit lumpuh, kami keluarga tidak berada. Saya harus bisa mengantikan posisinya sebagai tulang punggung bagi keluarga," kata Islamiah, Kamis (27/6), siang.

Islamiah mengaku selama ini dirinya terpaksa bekerja serabutan sebagai tenaga kerja upahan di kebun dan sawah milik warga desa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kehidupannya jauh dari kata layak. Tidak ada sambungan aliran listrik kerumahnya. Tidak terlihat pula sofa empuk di dalam gubuknya. Keluarga itu tidur di atas lantai papan beralaskan kain seadanya.

Kisah miris terungkap ketika Muhammad Khaidir (36) pimpinan Jaya Buah Grup, Pantonlabu menyambangi keluarga miskin itu untuk memberikan bantuan dan melihat langsung kondisi yang di alami keluarga Islamiah.

"Informasi yang saya peroleh benar. Tadi setelah melihat langsung kehidupan keluarga Islamiah kondisinya sangatlah memperihatinkan. Rumah gubuk tempat tinggal mereka sudah hampir rubuh tidak lagi bisa huni untuk di tempati," kata Khaidir kepada AJNN.

Kata Khaidir, sementara ini keluarga Islamiah tinggal dirumah mertuanya yang kondisinya juga sakit-sakitan tidak jauh dari lokasi gubuk mereka tinggal.

"Sementara ini mereka menetap di rumah ibu suaminya, karena rumah mereka kondisinya udah memiring dan terancam rubuh," ujarnya.

Wanita setegar Islamiah mengaku hidup dengan cara, cari sehari makan sehari. Selain itu Islamiah memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anak semata wayangnya masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Setelah kita melihat kondisi rumah tinggal mereka, dan berkordinasi dengan Keuchik desa stempat, kita bersama rekan-rekan lain dari Jaya Buah Grup berencana akan merehap rumah Islamiah," kata pimpinan Distributor buah-buahan itu.

Sementara itu, Keuchik Gampong Keureutou, Mulidin kepada AJNN, Kamis (27/6), membenarkan bila Islamiah adalah salah satu keluarga miskin tinggal di desanya dengan kondisi memprihatinkan.

"Benar Islamiah adalah keluarga miskin, dimana dia tinggal di sebuah gubuk tidak layak huni, serta dia harus merawat suaminya yang tidak bisa lagi bekerja karena menderita lumpuh," kata Mulidin.

Mulidin menambahkan, selama ini keluarga tersebut tidak pernah tersentuh perhatian dan bantuan langsung dari Pemerintah Aceh Utara.

"Di desa hanya batuan alakadar jatah hak masyarakat miskin saja. Hingga hiruk pikuk keluarga itu sangatlah disayangkan," pungkas keuchik gampong tersebut

Komentar

Loading...