Unduh Aplikasi

Kisah Imigran Rohingya Kabur dari Bangladesh hingga Disiksa di Tengah Laut

Kisah Imigran Rohingya Kabur dari Bangladesh hingga Disiksa di Tengah Laut
Imigran Rohingnya yang terdampar di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Ratusan imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang terdampar di perairan pantai Ujong Blang, Kota Lhokseumawe, nekat membayar penyelundup untuk bisa kabur dari Kamp kumuh di Negara Bangladesh. Bahkan, setelah berhasil kabur dan membayar penyelundup, mereka dijanjikan akan menjalani kehidupan baru di Malaysia, setelah berlayar lebih kurang satu pekan di laut lepas.

Sadisnya, bayangan tersebut lenyap ketika fakta berbalik di tengah laut, mereka yang dominan terdiri dari anak-anak dan perempuan malah menderita setelah mendapatkan teror lebih kurang 200 hari di laut lepas.

Dari dipukuli, kelaparan dan kehausan mereka terus berjuang melawan badai yang menghantam kapal kayu, serta menyaksikan peristiwa ngeri disaat mayat-mayat yang meninggal dunia di atas kapal dilempar ke laut.

Salah seorang Rohingya yang selamat, ketika diwawancarai AJNN mengatakan, mereka dijanjikan akan mencapai ke negara Malaysia dalam tujuh hari, namun malah sebaliknya, mereka terapung-apung selama berbulan-bulan.

“Kami sangat menderita, kelompok penyelundup menyiksa kami sepanjang waktu, dari memukul hingga memotong,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kamrun Nahar, dirinya mengaku tidak dapat menghitung berapa banyak mayat yang dibuang ke laut. Bahkan ibu dan anak-anak mereka meninggal karena sakit disaat berada di laut.

Imigran Rohingya lainnya, Mahmud Syakir, juga menyebutkan mereka sangat menderita di negara Myanamr, dan ketika berada disana, tidak ada kedamaian yang didapati. Dirinya berharap dengan melarikan diri dari kamp Bangladesh bisa bersatu dengan saudara perempuannya di Malaysia.

“Saya orang miskin, yatim piatu. Saya hanya punya seorang saudara perempuan di Malaysia,” imbuhnya.

Komentar

Loading...