Unduh Aplikasi

Kisah Imigran Rohingya Dipukul hingga Minum Air Seni Pelaku Perdagangan Manusia

Kisah Imigran Rohingya Dipukul hingga Minum Air Seni Pelaku Perdagangan Manusia
Anak-anak Imigran Rohingya yang terdampar di Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - “Dipukul hingga meminum air seni pelaku perdagangan manusia,” begitulah ungkapan Imigran Rohingya yang terdampar kurang lebih empat bulan di laut, sebelum terdampar di pesisir Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Imigran berkulit gelap itu menyebutkan, kalau pelaku yang dibayar untuk menyelundup dan mengangkut mereka tega pergi meninggalkan mereka di laut lepas.

“Kami diselamatkan oleh nelayan Indonesia. Sebelumnya kami sangat menderita di kapal saat berada di tengah laut,” kata Rashid Ahmad (50), saat diwawancarai AJNN, Sabtu (4/7).

Ketika berada di kapal, ia mengungkapkan kalau pelaku perdagangan manusia terus menyiksa dan memotong-motong (menyayat) Imigran Rohingya itu. Bahkan salah satu dari mereka meninggal dunia, hingga kemudian mayatnya diputuskan untuk dibuang ke laut.

“Awal mula di kapal yang kami tumpangi ada makanan, akan tetapi ketika pelaku perdagangan manusia itu membawa kami ke kapal lain, tidak ada lagi makanan yang sisa, bahkan pelaku itu membiarkan kami melayang (Terombang-ambing) sendirian di atas kapal,” ujarnya.

Baca: Imigran Rohingya Bakal Dipindahkan ke Gedung BLK di Lhokseumawe

Hal senada juga diutarakan oleh Habibullah. Dirinya mengungkapkan kalau para pelaku perdagangan manusia itu memperlakukan mereka dengan buruk.

“Telinga saya disayat (potong) dan kepala saya dipukuli oleh mereka,” ujarnya.

Dilansir dari AFP, sekitar satu juta orang Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi yang sempit dan jorok di Bangladesh, tempat para penyelundup manusia menjalankan operasi menguntungkan yang menjanjikan untuk menemukan tempat perlindungan mereka di luar negeri.

Indonesia, negara mayoritas muslim terbesar di dunia, dan negara tetangga Malaysia adalah tujuan favorit bagi Rohingya yang melarikan diri dari penganiayaan dan kekerasan. Ribuan orang mencoba melarikan diri melalui penyelundupan melintasi laut setiap tahun.

Sekitar 1.400 Rohingya telah terdampar di laut tahun ini - dan setidaknya 130 dari mereka telah meninggal, menurut angka IOM.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...