Unduh Aplikasi

Kisah Fazzilul Bocah Kurang Gizi dan Sang Ibu Yang Lumpuh Tinggal di Gubuk

Kisah Fazzilul Bocah Kurang Gizi dan Sang Ibu Yang Lumpuh Tinggal di Gubuk
Fazzilul Raman, Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Fazzilul Raman, bocah berusia lima tahun itu tampak mengguling-gulingkan tubuhnya di lantai rumah tanpa kasur atau kain selain dari karpet lusuh sambil menghisap botol dot kosong.

Sesekali Fazzilul mengantuk-antukkan kepalanya di lantai papan rumah panggung yang dihuni bersama ibu dan seorang kakaknya. Tidak ada kata yang diucapkan bocah tersebut lantaran ia megalami tuna wicara.

Ibu Fazzilul bernama Fauziah, (50) duduk tepat di depan tempat ia menggulingkan badan. Fauziah duduk dengan posisi berlunjur dan kaki tidak bisa digerakkan, ia menderita lumpuh.

Sementara Fazzilul, juga tidak bebas bergerak lantaran tubuhnya dikurung dengan pagar kayu berjeruji ukuran 1x1meter dengan tinggi sekitar 60 centimeter.

Fazzilul sengaja dikurung di dalam pagar sempit di ruang tamu rumahnya yang terbuka tanpa sekat dinding dan pintu lantaran Fauziah takut anaknya itu terjatuh karena lasak, apalagi ia tidak bisa dengan leluasa menjaga anaknya tersebut.

Paling jika kakak Fazzilul, yakni Puja Afprija Nazila, (15) pulang sekolah barulah Fazzilul dikeluarkan dalam sekat kecil tersebut, jika tidak maka bisa seharian Fazilul dikurung.

Jika dilihat dari tinggi tubuhnya, Fazzilul hanya memiliki tinggi sekitar 80 centi meter. Bisa dikatakan bocah tersebut mengalami stunting atau kerdil dengan usianya yang sudah lima tahun.

Rumah yang ditempati Fauziah bersama kedua anaknya Fazzilul Raman dan Puja Afprija Nazila (15) hanya berukuran 6 meter x 4 meter dengan kontruksi kayu seadanya, bahkan tidak layak huni.

Jika melangkah ke dalam rumah itu langsung menemukan dapur di balik sekat dinding ruang depan. Rumahnya itu berada di Desa Panggong, Lorong Sawi, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Hanya ada satu kamar tidur di rumah itu. Dan kamar tersebut biasanya tidur anak-anaknya. Sedangkan Fauziah tidur di luar atas kasur palembang yang memang selalu dibentang. Tidak ada perabotan mewah apalagi barang elektronik. Hanya ada satu motor metik namun itu pun sudah rusak.

Atap rumahnya terbuat dari anyaman daun rumbia, itu pun sudah terlihat bocor disana sini hingga jika hujan membuat lantai rumah itu basah.

"Kalau anak saya Fazzilul sejak usia lima bulan seperti ini, dulu awalmya dia tidak mau asi, susu dan makanan seperti nasi. Dan sekarang dia juga tidak dapat bicara," cerita Fauziah, kepada awak media, Rabu, (18/12).

Fazzilul, kata dia, selama ini hanya minum air putih sebagai pengganti susu. Untuk makan, kata dia, Fazzilul sangat sulit dan hanya konsumsi makanan ringan Zuper Keju. Untuk makan makanan ringan, seperti wafer itu pun ucap Fauziah harus ia kunyah dulu lalu baru disuapi ke anak bungsunya itu.

Jika tidak maka, Fazzilul tidak makan apapun lantaran tidak pintar mengunyah. Belum lagi disekitar mulutnya terlihat seperti luka lecet.

Untuk makan sehari-hari, kata dia, mereka dibantu tetangga. Hingga kini, kata Fauziah, ia dan keluarga belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah mulai dari desa hingga Kabupaten lain.

"Kalau tinggal disini saya (Panggong/Lr. sawi) sudah tiga tahun. Rumah ini pun kami bangun di tanah milik orang, dan sekarang pemilik tanah juga sudah minta kami pindah karena ia mau bangun rumah," carita Fauziah.

Untuk penerangan rumah, kata dia, beruntung ada sumbangan yang ia kumpulkan untuk memasang listrik dirumahnya.

Sebelumnya, ucap Fauziah, ia tinggal di Desa Pasir. Lalu pindah ke Desa Panggong. Fauziah mengaku ia kini telah janda sejak suaminya meninggal tiga tahun lalu saat pertama sekali pindah di desa itu.

Sudah jatuh tertimpa tangga itulah yang dialami Fauziah. Dua tahun pasca suaminya meninggal kakinya pun lumpuh, berawal dari penyakit stroke yang ia alami.

"Untuk berobat saya tidak ada ke rumah sakit karena kondisi. Ada dibantu sama dokter Kemala. Nanti sesekali obat diambil anak saya," ujarnya.

Fauziah sangat membutuhkan uluran tangan dari siapapun, terutama pemerintah diharapkan bisa memberikan perhatian untuknya dan anak-anaknya Fazzilul dan Puja yang saat ini masih mengenyam pendidikan dibangku kelas satu SMA atau tepatnya SMK Negeri 3 Meulaboh.

Komentar

Loading...