Unduh Aplikasi

KIP Banda Aceh Dituding Diskriminatif

KIP Banda Aceh Dituding Diskriminatif
Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zulfikar-Isramudin Al Usmani
BANDA ACEH - Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Zulfikar-Isramudin Al Usmani yang maju melalui jalur perseorangan (independen) merasa didiskriminasi oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat. Pasalnya penyelenggaran pemilu itu telah mumutuskan secara sepihak untuk mendiskualifikasi dirinya bersama pasangannya, yang menyebabkan gagal maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Zulfikar menjelaskan, dukungan yang terdapat dalam hardcopy formulir model B.-1KWK untuk calon perseorangan sebanyak 4.71 orang tidak cukup, dan tidak memenuhi syarat karena pada saat itu ada data yang tercecer. Namun pihak KIP tidak menjelaskan jika data yang diserahkan pihaknya tidak cukup. Tapi KIP langsung memutuskan mendiskualifikasi secara sepihak, tanpa menghubungi dirinya terlebih dulu meminta untuk dilengkapi.

"Setelah kami cek, memang ada data kami yang tercecer, tapi logikanya kalau softcopy kami cukup, maka hardcopy juga akan cukup," kata Zulfikar kepada wartawan pada saat konferensi pers di Solong Kopi, Ulee Kareng Banda Aceh, Kamis (12/8)

"Sedangkan untuk softcopy sebanyak 7.313 memenuhi syarat malah lebih dari yang ditetapkan KIP sebanyak 7.086."

Zulfikar yang didampingi pasangannya Isramudin Al Usmani merasa keberatan dengan keputusan KIP Banda Aceh. Dirinya merasa KIP telah menzalimi mereka.

"Padahal kami sudah mendaftar dari batas waktu yang telah ditetapkan. Seharusnya KIP sebagai penyelenggara harus memberikan informasi tentang pleno. Tapi ini malah memplenokan kami secara sepihak," ujarnya.

Selain itu, Zulfikar mengatakan, sudah melaporkan persoalan itu kepada panwaslih dan pihak panwaslu. "Persoalan ini sudah kami laporkan," ungkapnya.

Komentar

Loading...