Unduh Aplikasi

Kinerja Tak Beres, Pemerintah Aceh Evaluasi EO Acara PIN dan TTG

Kinerja Tak Beres, Pemerintah Aceh Evaluasi EO Acara PIN dan TTG
IMG 3943
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh selaku tuan rumah akan segera mengevaluasi kinerja Event Organizer (EO) acara Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan Nasional dan Teknologi Tepat Guna Nasional XVII 2015 yang digelar di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Untuk diketahui, dalam mempersiapkan acara PIN dan TTG, Pemerintah Aceh telah menyiapkan dana sebesar Rp. 12 miliar. Kemudian Pemerintah membuka tender kepada seluluruh perusahaan EO yang ada di Indonesia. Tender untuk kegiatan ini dimenangkan EO dari Jakarta.

Wakil Ketua Panitia yang juga Asisten II Pemerintah Aceh, Azhari mengatakan evaluasi dilakukan karena adanya komplain dari peserta terhadap fasilitas yang disediakan oleh pihak EO.

Keluhan terjadi akibat beberapa mesin pendingin udara atau AC tidak berfungsi sehingga pengunjung kepanasan dan terpaksa menggunakan kipas manual yang dibuat dari buku maupun kardus.

"Ini akan kami evaluasi setelah acara selesai, termasuk panitia yang dari Pemerintah Aceh," kata Azhari didampingin Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh, Zulkifli kepada AJNN, Minggu (11/10) malam di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Untuk masalah listik, kata Azhari, pihak EO sudah berjanji akan menyiapkan alat khusus yang dibawa dari Jakarta untuk memenuhi kebutuhan listrik di lapangan.

Namun, di H-1 apa yang sudah dijanjikan juga tidak ada. Akhirnya Pemerintah Aceh mengambil kesimpulan untuk bekerja sama dengan PLN dalam menyiapkan listrik ketika hari pembukaan.

"Kami takut ketika pembukaan listrik tidak cukup. Makanya memanggil pihak PLN untuk membantu listrik. Tapi untuk pembukaan lancar dan tidak ada kendalan apapun, namun setelah acara pembukaan listrik kembali mati itu karena EO juga tidak mampu mencukupi listrik. Tapi hari ke 2 dan 3, setelah kami langsung turun langsung untuk melihat kondisi dilapangan, listrik kemudian sudah normal semua berkat bantuan PLN," jelasnya.

Selain itu, kata Azhari, pihaknya juga kecewa terhadap pimpinan EO yang tidak berada di lokasi pameran sehingga sulit untuk dilakakukan komunikasi ketika ada sesuatu hal yang diperlukan.

"Sangat sulit komunikasi dengan direkturnya, selama ini kami hanya komunikasi dengan anggotanya saja, kalau anggota sulit untuk mengambil keputusan kalau bukan Direktunya langsung," ujarnya.

| FAUZUL HUSNI

Komentar

Loading...