Unduh Aplikasi

MENOLAK PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN

Khawatir Dampak Buruk, Warga Gugat Bupati Aceh Tamiang

Khawatir Dampak Buruk, Warga Gugat Bupati Aceh Tamiang
Ilustrasi.
BANDA ACEH - Tiga warga Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang menggugat Bupati Hamdan Sati. Ngatino (42) mengatakan gugatan itu dilayangkan karena masyarakat di desa itu terancam oleh rencana pembangunan pabrik semen di kawasan itu.

Rencana pembangunan industri semen itu disokong oleh Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 541 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Industri Semen Kapasitas Produksi 10.000 Ton per Hari Klinker di Kampung Kaloy. Pabrik ini akan dikelola oleh PT Tripa Semen Aceh.

Menurut Ngatino, keberadaan pabrik semen atas menurunnya kualitas hidup dirinya dan keluarganya berupa ketiadaan lahan garapan perkebunan karet. Ini adalah cara Ngatino dan banyak warga Kaloy bertahan hidup.

Dia juga mengkhawatirkan dampak lain pembangunan pabrik semen, seperti udara buruk akibat debu hasil dari kegiatan industri semen dan keringnya sumber-sumber mata air di sekitar wilayahnya akibat penambangan bahan baku semen.

“Masyarakat di sini akan sangat teraniaya akibat rencana pembangunan pabrik semen ini,” kata Ngatino, Ahad (7/8).

Sutiadi (43), warga lainnya, berujar tidak ingin membebaskan lahan perkebunan karetnya untuk kegiatan penambangan bahan baku semen dan industri semen. Dia khawatir dampak dari kegiatan ini dapat mengundang bencana, berupa angin kencang.

“Perbukitan Karang Putih yang akan dijadikan lokasi tambang itu bagi masyarakat di Dusun Kaloy merupakan benteng dari angin yang bisa menerpa ke pemukiman penduduk tempat saya tinggal,” kata Sutiadi.

Hal senada disampaikan M Menen (56), penambangan bahan baku semen dan industri semen dikhawatirkan berdampak durasi banjir di kampungnya. Menurut Menen, kondisi hutan di sekitar perbukitan Karang Putih rusak akibat adanya kegiatan-kegiatan pembukaan lahan. Air hujan dari perbukitan langsung mengalir ke permukiman warga.

“Apa lagi jika bukit-bukit itu diratakan untuk tambang, bisa saja banjir terus melanda perkampungan kami karena sudah tidak ada lagi penahan-penahan air hujan,,” kata Menen. Gugatan ini didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh dengan nomor 27/G/2016.PTUN-BNA, Jumat lalu.

WEN/RILIS

Komentar

Loading...