Unduh Aplikasi

Keuchik: Trieng Pantang Aceh Utara Bukan Tempat Pemujaan

Keuchik: Trieng Pantang Aceh Utara Bukan Tempat Pemujaan
Kegiatan di pohon bambu, Gampong Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Ist

ACEH UTARA – Keuchik Gampong Trieng Pantang, Hasannuddin mengklarifikasikan terkait pemberitaan tentang Trieng Pantang atau bambu pantangan yang ada di Gampong Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Selama ini, menurutnya, setelah membaca berita-berita itu, sejumlah masyarakat menduga kalau di “Trieng Pantang” itu dilakukan pemujaan atau sesajen oleh masyarakat, sehingga terbesit di hati masyarakat kalau warga gampong itu sudah menduakan tuhan dan meminta pertolongan pada bambu tersebut.

“Saya selaku keuchik ingin mengklarifikasi kepada seluruh masyarakat, jangan salah persepsi. Jadi kakek buyut kami pernah melakukan khanduri turun sawah tersebut di bawah pohon bambu dan sampai sekarang masyarakat Gampong Trieng Pantang masih melakukan khanduri di tempat tumbuh-tumbuhan yang sudah hidup ratusan tahun itu, tanpa harus disalah gunakan pesan indatu kami,” katanya kepada wartawan, Sabtu (6/10).

Baca: Kisah Mistis “Pohon Bambu” di Gampong Trieng Pantang

Sejauh ini, kata Hasannuddin, pihaknya hanya mengenal sejarah terbentuk gampong tersebut, bahwa di bawah pohon bambu itu pernah di singgahi Sultan Iskandar Muda dan rombongan pejuang Aceh dalam melawan Belanda dan sebelum melakukan khanduri tokoh pemuka agama dan aparat gampong melakukan bacaan surat Yasiin, tahlil dan samadiah.

“Bambu tersebut sudah melagenda dan bukan mitos dan dongeng, dan orang-orang pun yang menjual dan menyalahgunakan bambu tersebut berbahaya untuk diri mereka, bambu pantang tersebut pernah diminta oleh salah satu warga Lhokseumawe yang datang ketempat kami di bulan Januari kemarin, namun kami tidak mengizinkan walaupun itu hajatan orang tuanya untuk dijadikan tiang penyangga mushala,” ungkapnya,

Untuk itu, ia berharap kepada seluruh pembaca jangan salah persepsi dan tujuan dari penyampaian tersebut hanya untuk menggingat sejarah zaman dahulu, yang mana Aceh ini merupakan zona syariat islam.

Dikabarkan sebelumnya, warga ramai-ramai menjinjing belanga dan kuali menuju ke semak-semak pohon bambu yang ada di Gampong Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Api mulai dinyalakan, ayam, ikan dan beras mulai dimasak di bawah pohon bambu yang rindang itu.

Terdengar suara bacaan ayat-ayat Alquran berupa Surat Yasin yang dibacakan dari mulut ratusan laki-laki dan perempuan yang mendatangi tempat tersebut. Ya, tahlilan tahunan begitu warga menyebutnya.

Aceh UMKM Expo 2019
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh

Komentar

Loading...