Unduh Aplikasi

SOAL STATUS LAHAN YANG DIBONGKAR PEMKO

Keuchik Ilie: Jalan itu Masih Milik Gampong, Tetap Bisa Digunakan

Keuchik Ilie: Jalan itu Masih Milik Gampong, Tetap Bisa Digunakan
Surat hasil rapat aparatur Gampong Ilie yang ditujukan kepada Wali Kota Banda Aceh terkait rencana pembangunan area parkir. Foto: Ist

BANDA ACEH - Keuchik Gampong Ilie Kecamatan Ule Kareng Kota Banda Aceh, Nasrullah menegaskan bahwa lahan atau jalan bekas kios yang dibongkar Pemerintah Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu itu masih berstatus milik gampong.

"Jalan itu masih milik gampong, tidak ada pembebasan, itu aset gampong, dan itu tetap ada," kata Nasrullah kepada AJNN, Sabtu (3/8).

Nasrullah mengatakan, sekitaran lokasi yang dibongkar itu memang ada lahan milik gampong yakni badan jalan dengan lebar lebih kurang sekitar 4 sampai 5 meter.

Baca: Warga Ilie Pertanyakan Status Pembebasan Lahan yang Dibongkar Pemko Banda Aceh

Kata Nasrullah, dulunya semasa kepemimpinan Keuchik yang lama memang pernah adanya rencana mengusulkan pembebasan, tetapi karena kawasan tersebut merupakan jalan gampong, maka tidak boleh dibebaskan.

Kemudian, beberapa masyarakat saat itu meminta izin menggunakan lokasi tersebut ketika dilaksanakan rapat gampong terakhir. Dan, izin tersebut diberikan, tetapi dengan catatan bersedia pindah jika dibutuhkan kedepannya.

"Waktu rapat tersebut diberikan izin, cuman dengan ketentuan nanti ketika mau dipakai atau hal lainnya bersedia pindah dari situ," ujarnya.

Nasrullah menuturkan, terlepas dari itu semua, terkait pembongkaran untuk pembangunan area parkir, ini merupakan program dari Pemko Banda Aceh.

Setelah itu, lanjut Nasrullah, aparatur Gampong Ilie melaksanakan rapat pada Kamis 4 Juli 2019 mengenai wacana akan dibangunnya area parkir itu. Hasilnya menyetujui dan mendukung pelaksanaan program pembangunan tersebut. Serta menyampaikan beberapa pertimbangan, termasuk penegasan bahwa adanya jalan atau aset gampong di area tersebut untuk diaktifkan kembali.

"Hasil keputusan rapat di gampong, jalan itu tetap dihidupkan. Sudah saya sampaikan ke Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Perhubungan, jalan gampong itu tetap dihidupkan," tuturnya.

Rapat bersama aparatur gampong itu, tambah Nasrullah, ikut dihadiri oleh para Tuha Peut, Kepala Dusun dari keempat dusun. Hasilnya menyepakati bahwa jalan gampong tersebut tetap ada dan dihidupkan sehingga aksesnya tidak terganggu.

"Bahwa jalan gampong itu tetap ada, tidak semuanya dibangun parkir. Tidak mengganggu pemakaman, akses untuk ke kuburan bisa digunakan," imbuh Nasrullah.

Sementara itu, mantan Keuchik Gampong Ilie, Iskandar juga mengutarakan hal senada bahwa status tanah tersebut masih menjadi aset gampong dan jalan tersebut tetap dihidupkan.

"Jalan itu tetap kita selamatkan, aset gampong itu tidak boleh hilang, termasuk tanah jalan itu," tandas Iskandar.

Selama ini, kata Iskandar, kios-kios yang berdiri diatas badan jalan tersebut tidak memberikan kontribusi apapun untuk gampong.

Karena itu, pihak gampong mendukung adanya rencana pembangunan area parkir tersebut. Apalagi pengelolaan nantinya juga diserahkan ke gampong, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah.

"Tidak ada kontribusi apa ke desa selama ini, tapi sekarang dengan adanya pembangunan area parkir itu sangat mendukung, karena akan diserahkan ke gampong untuk dikelola," ungkapnya.

Disisi lain, Iskandar mengaku bingung ketika ada seorang anggota tuha peut yang juga ikut menghadiri rapat tidak mengetahui tentang status tanah tersebut. Padahal, sarannya untuk menghidupkan kembali jalan itu juga didukung bersama.

"Seorang tuha peut tidak mungkin tidak tahu status tanah, malah dituduh saya jual tanah itu. Tanah tersebut memang tidak boleh dijual karena itu fasilitas umum," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Gampong Ilie, Mawardi atau yang sering disapa Yahngoh masih mempertanyakan sebagian status lahan di area tersebut apakah memang sudah dibebaskan ke Pemko Banda Aceh atau belum, sehingga dilakukan pembongkaran untuk dibangun tempat parkir.

Karena, sepengetahuan Yah Ngoh sendiri, sekitar 4 meter luas tanah disepanjang lahan itu belum dibebaskan dan masih milik masyarakat atau gampong setempat.

"Ada sekitar 4 meter lebarnya disitu tanah gampong, tetapi apakah sudah diganti rugi (pembebasan) atau belum kita tidak ketahui. Namun kalau sudah dibayar kemana uang nya, belum ada dalam laporan gampong. Atau mungkin sudah dibebaskan Keuchik sebelumnya," kata Yah Ngoh yang juga anggota tuha peut gampong kepada AJNN, Jum'at (2/8).

Komentar

Loading...