Unduh Aplikasi

Ketum ISMI Pusat Komit Bantu Terbentuknya KEK Surin Abdya 

Ketum ISMI Pusat Komit Bantu Terbentuknya KEK Surin Abdya 
Pertemuan tim taskforce SISCA dan ISMI Pusat di kediaman mantan Presiden BJ Habibie, Foto: Ist

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Ikatan Saudagar Muslem Indonesia (ISMI), Ilham Habibie, menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen membantu percepatan lahirnya kawasan ekonomi khusus (KEK) Surin, yang berlokasi di Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Hal itu disampaikannya secara terbuka dalam petemuan terbatas, bersamaan dengan acara tahlilan 23 hari meninggalnya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie yang merupakan orang tua Ilham Habibie, di kediaman Habibie-Ainun Jakarta, Jumat (4/10). Ilham berkeinginan KEK itu nantinya berkonsep syariah dan menjadi proyek keummatan pertama dalam sejarah pengembangan ekonomi di Indonesia.

Juru bicara Tim task force Surin Industrial Smart City Abdya (SISCA), Habiburahman, pertemuan tersebut turut dihadiri pengurus ISMI pusat dan juga ISMI Aceh, selain itu dalam rombongan yang sama turut hadir Wakil Bupati Abdya Muslizar MT dan Tim task force SISC Abdya.

Menurut Habiburahman, Ilham Habibie dalam penjelasan singkat menyampaikan terima kasih banyak atas waktu dan kesediaan rombongan yang hadir dalam acara tahlilan untuk almarhum Bapak BJ Habibie. Selain itu, ia juga menyampaikan tentang rencana kegiatan khusus yakni mempercepat lahirnya kawasan ekonomi surin dengan pendekatan pada nilai khusus Aceh.

"Nantinya kawasan ini berkonsep syariah, dengan harapan ini akan menjadi contoh pertama di Indonesia," ujar Habiburahman mengutip pernyataan putra mantan Presiden ke-3 RI tersebut.

Sementara itu, sambung Habiburahman, dalam kesempatan itu Ketua ISMI pusat itu juga menanyakan secara langsung terkait sejauhmana progres usulan KEK Surin, kepada ketua tim perumus akselerasi usulan KEK Surin Abdya bentukan MPP ISMI, Andi Yudi Hendriawan.

Kepada Ketua ISMI perwakilan Aceh, Nurchalis, yang juga pengarah pusat dalam kegiatan ini, Ilham juga menyampaikan agar terlibat aktif dalam mempercepat proses terwujudnya KEK, sebagaimana target yang telah disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Abdya dan ISMI.

Dalam penjelasannya, Ketua Tim Perumus Andi Yudi Hendriawan menjelaskan bahwa saat ini progres KEK Surin sudah sampai ditahapan penyusunan kebutuhan lahirnya kawasan ekonomi tersebut, termasuk seluruh dokumen dan kebijakan regulasi lainnya.

"Rencananya KEK ini akan menjadi salah satu kawasan ekonomi, yang berbasis pada nilai syariah dan berhulu pada industry halal," ujar Andi dalam penjelasannya saat itu.

Sambung Habiburahman, pada kesempatan yang sama, ketua tim task force SISCA Miswar Fuadi, menyambut baik rencana kerjasama yang sedang digagas oleh ISMI pusat. Ini merupakan tindak lanjut kerjasama yang sangat baik bagi pengembangan rencana kawasan ekonomi tersebut.

"Harapan terbesarnya tentu Gubernur Aceh menetapkan kawasan Surin ini sebagai kawasan ekonomi khusus wilayah Barat Selatan Aceh," kata Miswar.

Menurut Habiburahman, ketua tim task force itu mengatakan bahwa kolaborasi yang baik antara tim perumus dengan tim task force SISCA bentukan Bupati Abdya tentu sangat diharapkan. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan usulan kawasan dengan harapan Surin dapat ditetapkan sebagai KEK Barsela. 

Koordinasi ini kedepannya juga dapat dilakukan semakin intens, karena saat ini SISCA sudah memiliki kantor sekretariat bersama yang berlokasi di Menara Sentrajaya, Jakarta, dan telah diresmikan beberapa waktu lalu oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim.

"Rencananya pada minggu ketiga Bulan Oktober ini, kantor sekretariat SISCA di Abdya juga akan dilaunching oleh Ibu Juliana Wahid, selaku Sekjend MPP ISMI," tutup Habiburahman.

Komentar

Loading...