Unduh Aplikasi

RESMI MENJADI IAIN

Ketua STAIN Gajah Putih: Kami Segera Susun Organisasi Tata Kerja

Ketua STAIN Gajah Putih: Kami Segera Susun Organisasi Tata Kerja
Foto: Ist

ACEH TENGAH- Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon (STAIN) Dr. Zulkarnain, M.Ag mengatakan pihaknya akan segera mengagendakan rencana penyusunan Organisasi Tata Kerja (Ortaker) usai perubahan status dari STAIN Gajah Putih menjadi IAIN Takengon.

Dalam penyusunan Ortaker tersebut, Zulkarnain menyebutkan akan ada penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti dosen dan beberapa jurusan baru dengan menyesuaikan dengan Analisis Jabatan (Anjab) serta analisis beban kerja (ABK)

"Setelah itu, Insya Allah peresmian. Kita menunggu jadwal bapak Menteri Agama, kami dan bapak Bupati Aceh Tengah sudah mengundang bapak menteri. Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, beliau sudah punya jadwal kunjungan kerja sekaligus peresmian di IAIN Takengon," ujar Zulkarnain kepada AJNN, Kamis Malam (11/3) di Takengon.

Zulkarnain menjelaskan bahwa di saat masih berstatus STAIN, pihaknya baru mengelola 3 jurusan yaitu Tarbiyah, Ushuluddin dan Dakwah serta Syariah. Selanjutnya satu program pasca Sarjana yaitu magister Pendidikan Agama Islam.

"Setelah menjadi IAIN kita mengusulkan 5 Fakultas baru," ujar Zulkarnain.

Fakultas baru tersebut yaitu, Fakultas Tarbiyah, Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Pengembangan Dakwah dan Masyarakat, Fakultas Ushuluddin & Psikologi Islam. Namun menurut Zulkarnain, tentu saja pembukaan fakultas baru ini harus disesuaikan dengan nomenklatur yang ada di kementerian Agama.

Terkait proses belajar mengajar, saat ini STAIN Gajah Putih mempunyai 3 lokasi kampus yang berbeda. Yaitu pertama kampus di Jalan Yos Sudarso, kota Takengon, kedua di ujung Geregung, kecamatan Bebesen dan kampus pengembangan yang terletak kampung Mulie Jadi, kecamatan Silih Nara.

"Nanti, apabila segala sesuatu sudah siap maka semua mahasiswa strata 1 (satu) akan dialihkan atau akan menjalani proses belajar mengajar di kampus pengembangan di Silih Nara," ujar Doktor bidang Filsafat pendidikan ini.

Zulkarnain juga berharap keberadaan IAIN Takengon ini bisa juga menjadi alternatif akses bagi masyarakat yang putra - putrinya ingin kuliah di perguruan tinggi keagamaan. Sehingga kehadiran IAIN Takengon sebagai satu - satunya perguruan tinggi negeri di wilayah tengah Aceh bisa bermanfaat bagi masyarakat dataran tinggi Gayo dan sekitarnya.

Sejarah IAIN Takengon

IAIN Takengon yang sebelumnya bernama STAIN Gajah Putih Takengon Aceh merupakan sebuah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang terletak di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Awal mula berdirinya STAIN Gajah Putih merupakan Yayasan Swasta dengan nama Yayasan Gajah Putih dikukuhkan pada tahun 1986 dan direvisi pada tahun 1990.

Nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Gajah Putih Takengon merupakan cikal bakal pendirian STAIN Gajah Putih. STIT Gajah Putih berdiri pada tahun 1986 yang berubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) pada tahun 2004. Perubahan dari STAI menjadi STAIN baru terwujud pada tahun 2012.

Menurut Zulkarnain, pengusulan perubahan status, sudah dilakukan sejak tahun 2016, namun saat itu ada beberapa persyaratan yang harus mereka penuhi. Kemudian pada tahun 2018, semua persyaratan tersebut terpenuhi. Sejak saat itu upaya tersebut terus berproses di kementerian Agama dan beberapa kementerian serta lembaga terkait seperti di Kemenpan RB, Kemenkumham, Sekretariat Negara, dan kementerian keuangan. Hingga akhirnya tahun 2020 resmi berubah menjadi IAIN Takengon.

Komentar

Loading...