Unduh Aplikasi

Ketua STAIN Didesak Mundur, Gedung Sewaan Bupati Ditolak Mahasiswa

Ketua STAIN Didesak Mundur, Gedung Sewaan Bupati Ditolak Mahasiswa
Diskusi mahasiswa STAIN Meulaboh bersama sejumlah tokoh Aceh Barat. Foto: Ist

ACEH BARAT - Pengurus Dewan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh mendesak Ketua STAIN tersebut, Innayatillah, untuk segera mengambil keputusan kongkrit terkait pemindahan kampus perguruan tinggi itu ke Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Bahkan, Ketua Dema STAIN Teungku Dirundeng, Mukhtaruddin Pakeh, mendesak Innayatillah untuk mengundurkan diri jika memang tidak mampu mengambil keputusan terkait pemindahan aktivitas perkuliahan.

"Kalau Ketua STAIN merasa tidak mampu melakukan hal tersebut lebih baik mundur, karena ini menyangkut dengan hajat hidup orang banyak," kata Mukhtaruddin kepada AJNN, Minggu (1/9).

Selain itu, kata Mukhtaruddin, pihaknya ikut menolak gedung lain yang rencananya akan disewakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk aktivitas perkuliahan selama Gedung STAIN di lokasi lahan sengketa yang saat ini penyelesaian perkara tersebut sedang bergulir di Pengadilan Meulaboh.

Baca: Pengacara Warga Bantah Pernyataan Ketua STAIN Dirundeng

Menurutnya, mahasiswa tetap menginginkan aktivitas perkuliahan di gedung baru yang pembangunannya telah usai dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.

"Kami mengapresiasi sikap bupati yang ingin menyewa gedung lain untuk aktivitas perkuliahan. Kami tidak butuh gedung lain yang mau disewakan oleh bupati, tapi yang kami inginkan dalam proses belajar mengajar semester ganjil ini harus bisa belajar mengajar di gedung yang telah siap dibangun dan sudah bisa digunakan," tegasnya.

Alasan penolakan gedung yang akan disewa Pemkab Aceh Barat, karena pihaknya telah melakukan kajian koprehensif bersama dengan beberapa tokoh Aceh Barat.

"Dimana salah satu tokoh Aceh Barat yang mengerti betul bagaimana terkait masalah tanah tersebut menceritakan sejarah panjang terkait dengan Yayasan Teuku Umar Johan Pahlawan. Dan diketahui jika lahan tersebut sebelumnya merupakan hibah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, guna membangun dua perguruan tinggi di lokasi itu yakni UTU dan STAIN," ungkapnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...