Unduh Aplikasi

Ketua PWI Aceh: Uji Kompetensi Jangan Jadi Momok

Ketua PWI Aceh: Uji Kompetensi Jangan Jadi Momok
Para penguji UKW berpoto bersama usai pembukaan UKW XIII yang digelar PWI Aceh. Foto: Rahmat Fajri
BANDA ACEH - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman, mengingatkan wartawan bersiap. Pasalnya, dalam dua tahun mendatang, Dewan Pers akan mengeluarkan imbauan kepada narasumber untuk tidak menerima permintaan wawancara yang diajukan wartawan yang tidak berkompeten.

“Kalau kita tidak bisa mewawancarai narasumber dan tak bisa menulis berita, tentu tak ada gunanya menjadi wartawan,” kata Tarmilin di sela-sela pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh PWI Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Aceh, di Banda Aceh, Jumat (30/9).

Kebijakan ini diambil Dewan Pers untuk menjadikan profesi wartawan tetap terhormat. Sepanjang seorang wartawan bekerja dengan benar di perusahaan pers yang memiliki legalitas, seperti aturan Dewan Pers, maka UKW bukan hal yang tak bisa dilewati.

“UKW itu seperti menjalani rutinitas liputan sehari-hari. Mulai dari merancang liputan hingga penerbitan. Jadi tidak ada soal yang terlalu berat untuk dilewati wartawan dalam uji kompetensi ini,” ungkap Tarmilin.

Siang tadi, sebanyak 35 wartawan dari berbagai media massa di Aceh mengikuti UKW. Ini adalah pelaksanaan kedelapan kali oleh PWI. Tarmilin mengatakan saat ini, seluruh anggota PWI Aceh telah mengikuti UKW. Ke depan, Tarmilin berharap seluruh wartawan, tidak hanya anggota PWI atau organisasi profesi wartawan saja yang mengikuti ujian ini.

Gayung pun bersambut. Mewakili Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Aceh, Hasanuddin, mengatakan Pemerintah Aceh akan terus membantu PWI untuk meningkatkan standar kerja wartawan Aceh. Menurut Hasanuddin, wartawan-wartawan yang berkompeten akan membantu Pemerintah Aceh dalam melaksanakan pembangunan.

Pemerintah memerlukan kritik dan saran yang membangun. Dan itu, kata Hasanuddin, hanya dapat diberikan jika insan pers, selaku salah satu pilar demokrasi, memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan dari masyarakat.

“Karena itu, kami sangat mendukung langkah PWI dalam melaksanakan UKW bagi wartawan. Profesionalisme wartawan juga menjadi kepentingan pemerintah,” kata Hasanuddin.

Komentar

Loading...