Unduh Aplikasi

Ketua KPK: Pendidikan Elemen Vital dalam Membangun Karakter Antikorupsi

Ketua KPK: Pendidikan Elemen Vital dalam Membangun Karakter Antikorupsi
Ketua KPK, Firli Bahuri saat berbicara dalam seminar yang diselenggarakan oleh JMSI Aceh. Foto: untuk AJNN.

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri mengatakan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari 2 Mei 2021 bukan hanya sekedar mengenang jasa pahlawan pendidikan di masa lalu, namun juga menerapkan nilai-nilai perjuangan mereka dalam tekad dan upaya kuat mencabut benih-benih kebodohan yang ditanamkan penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia. 

"Kita semua tentunya sependapat bahwasanya sejarah Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak tauladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini," ujar Firli Bahuri dalam siaran pers kepada wartawan dalam rangka memperingati Hardiknas tahun 2021.

Menurut Firli, tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan. Kebodohan kata Firli jelas akar atau jurang kemiskinan dan kemaksiatan. Maka menurutnya hanya dengan pendidikanlah, bangsa ini dapat terlepas dari beragam belenggu kemaksiatan, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah menggurita di Republik ini. 

"KPK sudah tentu menilai pendidikan sangat penting karena menjadi urat nadi dan elemen vital dalam upaya membangun karakter serta integritas bangsa, melalui pendidikan yang berkualitas yang menanamkan nilai-nilai antikorupsi didalamnya," ujarnya.

Pendidikan menurut Firli menjadi begitu amat penting, mengingat pendidikan sebagai satu upaya mewujudkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan bangsa yang cerdas maka akan membawa kesejahteraan umum bagi semua anak bangsa. 

Bahkan kata Firli, jauh lebih dari itu, pendidikan adalah salah satu senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia (Education is the most powerful weapon which you can use to change the world)

"Oleh karena itulah, KPK memasukkan pendidikan sebagai salah satu "national interest" dalam road map 2011-2023 dan bukan hanya itu, KPK juga menempatkan pendidikan sebagai strategi pertama dari 3 strategi pemberantasan korupsi lainnya, yang menjadi core bussiness KPK," ungkapnya.

Menurut Firli, dengan menggunakan jejaring pendidikan formal maupun non formal mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Peguruan Tinggi, KPK telah memasukan unsur dan nilai-nilai pendidikan anti korupsi kepada masyarakat, untuk membentuk dan menjaga karakter serta integritas setiap anak bangsa agar lepas, tidak terpengaruh laten korupsi yang telah berurat akar di Republik ini. 

Tidak dapat dipungkiri, nilai-nilai perjuangan yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara bersama pahlawan pendididkan lainnya, menurut Firli semuanya benar. Melalui pendidikan, semua tentu dapat merekuh kehidupan dan masa depan yang lebih baik. 

"Ingat, masa depan bangsa ini tidak ditentukan saat dia terlahir, namun dengan pendidikan serta semangat belajar, berjuang, bekerja keras, Insya Allah masa depan negeri ini akan semakin baik," ujar Firli.

"Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari tanamkan selalu nilai-nilai anti korupsi dalam setiap pendidikan di republik ini, agar cita-cita merdeka dari laten korupsi, dapat segera raih dan wujudkan di bumi pertiwi," pungkas Firli Bahuri.

HUT Pijay

Komentar

Loading...