Unduh Aplikasi

Ketua HIPMI Aceh Furqan Firmandez Digoyang Mosi Tidak Percaya

Ketua HIPMI Aceh Furqan Firmandez Digoyang Mosi Tidak Percaya
Ketua HIPMI Aceh M Furqan Firmandez. Foto: Ist

BANDA ACEH - Sebanyak sembilan dari 14 Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Se-Aceh melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua HIPMI Aceh Furqan Firmandez. Mosi tidak percaya itu tertuang dalam surat pernyataan tertanggal 20 Januari 2018, yang diteken oleh sembilan pengurus cabang.

Adapun sembilan pengurus cabang yang meneken mosi tidak percaya itu yakni Ketum BPC Hipmi Aceh Utara, Mahyiddin ST, Ketum Hipmi Aceh Timur, Abdul Kamal, Ketum BPC Hipmi Pidie, Basir, Ketum BPC Hipmi Aceh Barat, Said Fadhel, Ketum BPC Hipmi Aceh Jaya, Faizin, Ketum BPC Hipmi Pidie Jaya, Harries Munandar, Ketum BPC Hipmi Lhokseumawe, Fauzan ST, Ketum BPC Hipmi Aceh Selatan, Hadi Surya STP MT, dan Ketum Hipmi Aceh Barat Daya, Roni Guswandi.

Dalam mosi tidak percaya itu, mereka menilai menilai Furqan Firmandez tidak mampu membawa kebaikan bagi lembaga. Dimana keberadaan HIPMI Aceh terhadap BPC HIPMI tidak berada dalam satu garis hubungan jenjang dalam struktur organisasi sebagaimana yang dimaksud dalam Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Organisasi.

Selama ini, mereka juga mengatakan HIPMI Aceh tidak melakukan konsolidasi/pembinaan dengan BPC selama periode kepengurusan Furqan Firmandez. Bahkan selama Furqan Firmamdez, tidak pernah membentuk BPC baru, namun hanya melakukan pembentukan saat akan melaksanakan Musda yang dinilai sarat kepentingan. Dan BPC yang sudah menggelar Muscab tidak diberikan SK oleh BPD atau dipersulit dengan berbagai alasan. Kemudian pengurusan KTA usulan BPC melalui BPD amburadul, dan ada yang kehilangan berkas, sehingga BPC harus mengusulnya kembali ke BPP.

Selain itu, mereka juga menolak hasil rapat BPH BPD Hipmi Aceh, pada tanggal 6 Januari 2017 tentang jadwal Musda dan verifikasi calon ketua umum. Serta menyatakan BPD HIPMI Aceh tidak netral dalam persiapan musda XIII BPD HIPMI Aceh, dengan membangun opini publik melalui media tentang bakal calon ketua, tanpa koordinasi dan mendahului hasil asitensi dengan BPP HIPMI, sehingga menimbulkan keresahan dalam keluarga besar HIPMI Aceh.

Para pengurus sembilan BPC HIPMI yang melayangkan mosi tidak percaya ke Ketua HIPMI Aceh . Foto: Ist

Mereka juga menilai BPD HIPMI Aceh lalai dalam administrasi organisasi. Hal itu terbukti ketika HIPMI Aceh mengeluarkan mandat kepada Rizky Syahputra untuk mengikuti Diklatnas, namun pada saat dilakukan asistensi dengan BPP, Rizky Syahputra harus dianulir karena belum mengikuti Diklatda terlebih dahulu.

Alasan lainnya, saat asistensi pertama dengan BPP HIPMI pada 27 Nopember 2017, SC dan OC BPD HIPMI menyerahkan berkas Dua bakal calon Ketua Umum HIPMI Aceh dan sudah dinyatakan lengkap. Namun pada asistensi selanjutnya, panitia musda menyatakan Rizky Syahputra gugur menjadi bakal calon pada rapat BPH di Banda Aceh. Menurut mereka HIPMI Aceh tidak konsisten dalam mengeluarkan pernyataan dan semestinya keputusan tentang bakal calon ketua setelah final tahapan proses asistensi dengan BPP HIPMI, bukan mendahului asistensi dengan BPP HIPMI.

Selanjutnya, saat rapat BPH, BPD HIPMI Aceh Pra Musda mengambil kebijakan-kebijakan organisasi yang menurut mereka ada keganjilan, yang mana menganulir Rizky Syahputra tidak ikut Diklatda, Fahlevi ikut Diklatda. Padahal sudah satu tahun pelaksanaan Diklatda sertifikat belum diberikan.

Mereka menilai HIPMI Aceh tidak netral dan manipulatif, sehingga perlu mempertanyakan kepada BPD HIPMI Aceh kesungguhannya menjalankan organisasi sesuai AD/ART dan PO HIPMI. Mereka juga menyangkan pemberian Surat Peringatan (SP 1) kepada BPC HIPMI Pidie dan Pidie Jaya menyangkut konfirmasi dari BPP mengenai Diklatda III BPD HIPMI Aceh. Mereka menilai ini merupakan upaya menutupi informasi atau fakta terkait persoalan dalam tubuh BPD HIPMI Aceh.

Untuk itu, mereka memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah organisasi dengan melakukan mosi tidak percaya terhadap HIPMI Aceh dibawah kepemimpinan M.Furqan Firmandez dengan segera melakukan Musdalub/Careteker. Mereka juga sudah meminta kepada BPP HIPMI untuk menunjuk karateker BPD HIPMI Aceh dalam persiapan pelaksanaan Musda XIII BPD HIPMI Aceh.

Sementara itu, Ketua HIPMI Aceh M Furqan Firmamdez belum memberikan tanggapan. Pesan singkat yang dikirimkan juga belum dibalas.

Komentar

Loading...