Unduh Aplikasi

Ketua Fraksi PPP: Jubir Hak Interpelasi Terlalu Mengada-ngada

Ketua Fraksi PPP: Jubir Hak Interpelasi Terlalu Mengada-ngada
Ketua Fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ihsanuddin Marzuki. Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ihsanuddin Marzuki menilai tuduhan Juru Bicara Hak Interpelasi dan Angket, Irfanusir kalau anggota DPRA yang tidak hadir dalam paripurna usul hak angket karena sudah disiram pundi-pundi merupakan pernyataan yang terlalu mengada-ngada.

"Soal ada tuduhan yang lain-lain itu terlalu mengada-ngada dari Jubir Hak Interpelasi, dan itu saya pikir terlalu naif," kata Ikhsanuddin, saat dihubungi AJNN, Rabu (28/10).

Menurut Ikhsanuddin, sikap Fraksi PPP terhadap hak interpelasi sudah jauh hari tidak sepakat dengan usulan itu. Sehingga ketidakhadiran saat paripurna menjadi alasan dari fraksi PPP.

"Kenapa tidak hadir dalam rapat paripuran, dari awal kami sudah tidak sepakat, sampai dengan hak angket pun kami tidak sepakat," tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Hak Interpelasi dan Hak Angket, Irfanusir mengatakan, ketidak hadiran anggota DPRA dalam rapat paripurna sudah disiram pundi-pundi. 

Baca: Dari Mosi Tak Percaya hingga Sebut Sejumlah Anggota DPRA Disiram Pundi-pundi

Pasalnya, kata Irfanusir, sebelumnya mereka yang tidak hadir dalam rapat hari ini sudah menyatakan hadir tadi malam, walaupun mereka tidak teken hak angket. Namun, informasi yang diterima, subuh tadi tiba-tiba semua sudah berubah.

"Akan tetapi, subuh tadi semuanya berubah. Bahkan menurut informasi yang kami dapat, mereka menggadaikan harga dirinya selaku anggota DPRA untuk tidak berhadir dalam ruangan ini," ungkapnya. 

Untuk itu, ia menyarankan kepolisian maupun pihak kemananan yang berhadir dalam forum itu untuk mengecek kebenaran informasi tersebut bahwa ada dari mereka yang sudah disiram pundi-pundi.  Irfanusir yang juga Juru Bicara Hak Interpelasi dan Hak Angket tersebut sangat kecewa kalau diputuskan dibawa ke Badan Musyawarah (Banmus).

Komentar

Loading...