Unduh Aplikasi

Ketua Fraksi PPP DPRA: Bank Aceh Perlu Restrukturisasi Pinjaman ke ASN

Ketua Fraksi PPP DPRA: Bank Aceh Perlu Restrukturisasi Pinjaman ke ASN
Ilustrasi pembayaran kredit. Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ihsanuddin menilai Bank Aceh Syariah perlu melakukan restrukturisasi pinjaman terhadap para Aparatur Sipil Negeri (ASN) di Aceh.

Menurut Ihsanuddin, restrukturisasi itu perlu dilaksanakan sesuai dengan instruksi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terkait pembayaran pinjaman tersebut di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

"Sudah sangat perlu bagi manajemen BAS (Bank Aceh Syariah) untuk melakukan dan menyikapi segera instruksi Plt Gubernur tentang restrukturisasi pembayaran pinjaman bagi ASN," kata Ihsanuddin saat dimintai tanggapannya, Rabu malam (29/4).

Ihsanuddin menyampaikan, pemilik saham terbesar di Bank Aceh Syariah adalah Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota se Aceh. Karena itu langkah tersebut dapat dilakukan segera.

"BAS yang pemilik modalnya terbesar Gubernur dan Bupati/Wali Kota sudah saatnya melakukan langkah itu mengingat efek Covid-19 ini," ujarnya.

Baca: Pemerintah Harapkan Bank Aceh Restrukturisasi Pinjaman ASN Terdampak Corona

Ihsanuddin menyebutkan, akibat wabah virus corona ini, telah berdampak terhadap tiga hal yang harus menjadi perhatian, seperti penanganan medis, pencegahan dan terakhir permasalahan sosial ekonomi.

"Nah, hal yang ke tiga tentang sosial ekonomi sangat mempunyai efek bagi ASN. Maka diperlukan restrukturisasi seperti menunda pembayaran dengan skema tepat," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh meminta Bank Aceh Syariah untuk melakukan restrukturisasi pembayaran pinjaman bagi ASN.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan keringanan pembayaran pinjaman bagi ASN yang juga terdampak oleh penyebaran virus corona (Covid-19).

Instruksi itu ditetapkan melalui surat Plt Gubernur Aceh nomor 589/6422 tentang restrukturisasi pembayaran pinjaman ASN pada Bank Aceh Syariah dalam masa penanganan Covid-19. 

Komentar

Loading...