Unduh Aplikasi

Ketua Fraksi Golkar: Penggunaan Anggaran BTT Cukup dengan SK Gubernur

Ketua Fraksi Golkar: Penggunaan Anggaran BTT Cukup dengan SK Gubernur
Ketua Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah. Foto: AJNN/

BANDA ACEH - Ketua Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah mengatakan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga ( BTT) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 cukup dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh.

"Penjelasan para akademisi Unsyiah terkait terbitnya Inpres No. 4 thn 2020 & Perpu No.1 thn 2020 sudah tepat," kata Ali Basrah, Sabtu (4/4).

Ia mengungkapkan jumlah anggaran BTT yang bisa digunakan dalam APBA 2020 mencapai Rp 118 miliar. Anggaran itu bisa segera dipakai untuk penanganan Covid-19 di Aceh.

"BTT di APBA 2020 jumlahnya lebih kurang Rp 118 miliar, bisa langsung digunakan oleh Pemerintah Aceh untuk penangganan Covid-19 ini, cukup dengan SK gubernur," jelasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Syiah Kuala, Husni Djalil , mengatakan dalam Perppu nomor 1 tahun 2020, membolehkan penggunaan anggaran mendahului perubahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca: Prof Husni: Perppu 1 Tahun 2020 Membolehkan Penggunaan Anggaran Mendahului Perubahan APBD

Menurutnya, dalam kondisi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional, maka, pemerintahan di semua tingkatan dituntut segera menangani kebutuhan mendesak atau darurat, terkait penanganan Covid-19 itu sendiri.

Bahkan pemerintah daerah dapat menggunakan Perppu nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan dalam Penanganan Pandemi Covid-19, dimana pemerintah daerah dapat mengabaikan ketentuan penggunaan anggaran yang selama ini digunakan, selama wabah pandemi berlangsung.

"Sudah sangat simpel. Jadi tidak berlaku ketentuan tersebut yaitu Undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang Keuangan Daerah," kata Prof Husni Jalil kepada AJNN, Sabtu (4/4).

Komentar

Loading...