Unduh Aplikasi

SIKAPI INSTRUKSI WALI KOTA LHOKSEUMAWE

Ketua FPI: Tak Perlu Atur Jarak Saf Salat 50 Cm

Ketua FPI: Tak Perlu Atur Jarak Saf Salat 50 Cm
Ilustrasi salat berjemaah di Aceh dengan menerapkan jaga jarak. (CNN Indonesia/Dani)

LHOKSEUMAWE – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh menyikapi intruksi Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya yang meminta agar saf Salat Tarawih diatur dengan jarak 50 sentimeter.

“Menurut saya, tidak perlu atur saf Salat dengan jarak 50 cm, akan tetapi yang perlu dilakukan undang seluruh ulama-ulama shaleh dan tawadu yang ada di Aceh, untuk berdoa tolak bala di Kota Lhokseumawe,” kata Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Tgk Muslim At Thahiri.

Selain itu kata dia, Pemko juga harus menutup semua Bank riba,  dan seluruh tempat maksiat di kawasan Lhokseumawe, agar terhindar bala. Karena, apabila zina dan riba telah dihalalkan maka halal lah bala di negeri tersebut.

“Tugaskan Dinas Kesehatan untuk turun ke desa yang kira-kira perlu di tes kesehatannya, apakah mereka positif Covid-19 atau tidak. Kalau ada, desa itulah yang perlu diatur, tidak boleh keluar dan masuk ke pemukiman itu,” tuturnya.

Sambungnya, dalam kemukiman seperti itulah yang perlu diatur saf salat bahkan bisa dilarang berjamaah bila dalam kemukiman itu ada yang positif, sedangkan ke masjid lain dan kampung lain yang sehat wal afiat untuk apa dijarangkan saf shalatnya.

“Perketat agar tidak ada tamu dari kampung, kemukiman atau wilayah yang ada corona masuk ke desa yang masih bersih dari wabah Covid-19,” jelasnya

Dia juga meminta agar diperketat pemeriksaan kesehatan bagi warga Negara Cina dan pengusaha yang sering keluar daerah. Jangan latah ikut-ikutan dengan kebijakan orang yang terlalu sasaran ke rumah ibadah dan mengatur ibadah.

Komentar

Loading...