Unduh Aplikasi

Ketua FKUB Protes Aceh Urutan Terakhir Tingkat Kerukunan Beragama

Ketua FKUB Protes Aceh Urutan Terakhir Tingkat Kerukunan Beragama
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis Indeks kerukunan Umat Beragama (KUB) 2019. Hasilnya, Aceh menduduki posisi paling terkahir dengan skor 60,2. Sedangkan urutan pertama ditempati Papua Barat.

Survei KUB tersebut dilaksanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Kemenag RI.

Hasil ini memperoleh nilai rata-rata nasional pada angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100. Merujuk pada angka KUB nasional tersebut, sejumlah provinsi berada di bawah rata-rata nilai nasional.

Hasil ini ditanggapi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh, Nasir Zalba mengaku tidak memahami penilaian yang dilakukan tersebut. Pasalnya, ia selalu pimpinan FKUB tidak pernah dihubungi dan diwawancarai.

Dirinya juga mempertanyakan narasumber yang dimintai keterangan dalam penelitian tersebut, serta metode yang digunakan.

"Kita ngak ngerti, saya selaku ketua FKUB tidak pernah dihubungi, ditanya atau diwawancarai ngak ada, kok langsung keluar hasil," ucap Nasir Zalba saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/12).

"Nah metodenya seperti apa, jangan seenaknya ini aja. Kita baik-baik disini masak diusik. Kalau memang mau menyudutkan Aceh jangan cara seperti itu, saya tidak pernah dihubungi," ucapnya.

Nasir juga mempersilahkan jika ingin menanyakan langsung kepada penduduk non muslim di Aceh, apakah selama ini mereka mendapatkan kenyamanan atau tidak, serta tingkat toleransi orang islam di Aceh bagaimana.

"Kan begitu, ini apa ukurannya, nah mereka beribadah, berinteraksi sosial dengan kita yang muslim bagus. Jadi buat bertanya-tanya kita ini. Saya kaget juga, tapi ya kita tunggu aja dulu gimana reaksi masyarakat," tuturnya.

Nasir menjelaskan, tingkat kerukunan umat beragama di Aceh selama ini cukup baik, bahkan pada 2018 lalu mendapatkan penghargaan.

Selain itu, hubungan antara umat muslim dengan non muslim juga sangat bagus. Bahkan tidak pernah terdengar adanya non muslim yang terhambat melaksanakan ibadah.

"Seperti mereka yang hidup negeri yang berlaku syariat, apakah mereka tidak bebas, bebas mereka. Jadi jangan ini dipolitisasi, jangan untuk kepentingan tertentu," tandasnya.

Dirinya menyarankan, jika ada pihak luar yang mempertanyakan, maka dipersilahkan untuk datang langsung ke Aceh dan menjumpai pemuka agama.

"Saya kalau ada pertanyaan dari pihak luar, datang ke Aceh hubungi pemuka agama dan tanya mereka," imbuhnya.

Nasir menyesalkan hasil survei tersebut, penelitian itu seperti tidak menganggap adanya FKUB di Aceh. Padahal, lembaga ini diisi puluhan tokoh-tokoh dari berbagai agama.

"Kita protes itu dari mana dia. Kalau misalnya FKUB dianggap tidak ada, bubarkan saja. Di provinsi berkumpul 21 tokoh berbagai agama," pungkas Mantan Kepala Kesbangpol dan Linmas Aceh itu.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...