Unduh Aplikasi

Ketua DPRK Arwin Mega, Bantu Mahasiswi Aceh Tengah di China Yang Ingin Pulang

Ketua DPRK Arwin Mega, Bantu Mahasiswi Aceh Tengah di China Yang Ingin Pulang
Anggota DPRK Aceh Tengah, Desy Novitha Andriyany mewakili Ketua DPRK menyerahkan bantuan kepada Mahmud orang tua dari mahasiswi Aceh Tengah di China yang akan pulang ke Aceh. Foto: AJNN Fauzi Cut Syam.  

ACEH TENGAH - Seorang mahasiswi asal Aceh Tengah bernama Fiqhi Nadhiah (25) saat ini menempuh pendidikan di Tiongkok, berencana kembali ke Indonesia setelah wabah virus Corona melanda China (Tiongkok), khususnya Wuhan. Orang tua Fiqhi, Mahmud Riyadi kepada AJNN, Rabu (29/1/) mengatakan kalau anaknya sudah menyampaikan keinginan untuk segera pulang beberapa waktu yang lalu.

Sejumlah pihak baik dari lembaga legislatif maupun eksekutif dan Aceh Tengah berjanji membantu kepulangan Fiqhi. Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega yang mendengar rencana kepulangan Fiqhi, Arwin langsung mengutus anggota DPRK Desy Novitha Andriyany untuk mengantarkan bantuan ke rumah Fiqhi. Kedatangan Desy kerumah orang tua Fiqhi didampingi bagian Humas DPRK Aceh Tengah.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Arwin Mega dan seluruh DPRK Aceh Tengah, kami sekeluarga tidak melihat jumlah bantuan yang paling penting kami sangat terbantu dan berharap anak kami bisa pulang ke Takengon dengan selamat," ujar Mahmud di kediaman kawasan Blang Kolak, Bebesen.

Mahmud mengungkapkan bahwa biaya kepulangan Fiqhi ke Indonesia, sementara ini mengunakan bantuan dana dari pihak kampus dan organisasi kampus. Mendengar kabar tersebut, Arwin Mega kepada AJNN mengatakan kalau pihaknya sangat mengapresiasi setiap putra putri daerah yang menimba ilmu dimana pun, apalagi saat ini mahasiswi asal Aceh Tengah berada di daerah yang terdampak virus Corona, khususnya di wilayah Wuhan, untuk itu menurut Arwin sudah menjadi kewajiban pihaknya melakukan langkah langkah terbaik untuk melindungi warga Aceh Tengah yang ada di Tiongkok.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh melalui dinas sosial yang telah membuka posko krisis center untuk membantu warga Aceh di Tiongkok," ujar Arwin Mega.

Orang tua Fiqhi, Mahmud kepada AJNN menjelaskan bahwa saat ini anaknya sedang menempuh studi Pascasarjana di Zhejiang Normal University, jurusan Comparative Education. Walaupun jarak antara Wuhan dengan tempatnya tinggal cukup jauh yaitu 7 jam perjalanan, namun anak pertama dari tiga bersaudara itu tetap kuatir akan dampak penyebaran virus tersebut. Untuk itu dirinya berencana segera kembali ke Indonesia.

Perhatian yang sama juga ditujukan oleh pihak pemkab Aceh Tengah, Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar menghubungi langsung Fiqhi yang saat ini masih berada di Tiongkok, melalui sambungan telepon pada hari Selasa 28 Januari 2020.

Dari rekaman percakapan yang diperoleh AJNN, Shabela memberikan dukungan moral untuk alumni SMA 4 Takengon tersebut. Shabela juga berjanji akan membantu segala keperluan Fiqhi ketika akan pulang ketanah air dan saat kembali ke Tiongkok. Sementara itu Fiqhi kepada Shabela mengungkapkan bahwa dirinya akan pulang ke Aceh pada tanggal 1 Februari mendatang. Fiqhi memilih naik pesawat dari Jinhua - Hangzho, Tiongkok yang transit di Kuala lumpur dengan tujuan Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dirinya sengaja tidak memilih pesawat yang transit di Ibukota Tiongkok karena kuatir akan dampak virus Corona tersebut.

Saat ini sedikitnya ada dua orang warga Aceh Tengah yang berada di Cina. Selain Fiqhi, ada juga mahasiswi lainnya bernama Tika, putri dari ibu Rahmah Ketiara. Tika sendiri sudah sejak dua minggu yang lalu sudah berada di Takengon dan sempat bertemu dengan Shabela Abubakar.

Komentar

Loading...