Unduh Aplikasi

Ketua DPRK: Aparat Gampong Langkak Tidak Tahu Kedatangan WNA Asal China

Ketua DPRK: Aparat Gampong Langkak Tidak Tahu Kedatangan WNA Asal China
Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China mendapatkan pengusiran dari warga Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (31/3) malam. WNA asing itu berjumlah tujuh orang. Mereka merupakan pekerja di Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4.

Ketujuhnya tiba di Banda Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa sore. Alasan warga mengusir kedatangan WNA tersebut untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Nagan Raya, Jonniadi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kedatangan WNA asal China itu. Ia mengaku informasi kedatangan WNA itu pertama sekali diterima dari video kedatangan mereka di Bandara SIM. Dimana dari mobil yang menjemput mereka berasal dari Nagan Raya.

Selanjutnya, dirinya bersama pihak terkait langsung mengecek pemilik mobil tersebut. Akhirnya diketahui bahwa WNA tersebut akan tiba di Nagan Raya.

"Kemudian kami bersama Imigrasi dan pihak terkait langsung ke Langkak untuk memastikan WNA itu," kata Jonniadi, Rabu (1/4).

Baca: Warga Nagan Raya Hadang Kedatangan WNA asal China

Ia mengaku tiba di Langkak sekitar pukul 21.00 WIB. Sementara WNA tersebut sudah duluan tiba di Langkak. Pihak Imigrasi langsung mengecek seluruh dokumen, kemudian suhu tubuh serta kondisi kesehatan mereka.

"Memang semuanya ada, suhu badan bagus, dokumen juga ada," ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan kalau pihak perusahaan yang memperkerjakan WNA tersebut tidak pernah melaporkan kedatangan mereka ke aparat gampong. Sehingga kejadiaan itu membuat aparat gampong meminta agar WNA tersebut pindah sementara waktu dari desa mereka.

"Aparat gampong tidak tahu kedatangan mereka (WNA), bahkan pihak pengamanan di mess saja juga tidak tahu. Kami menyayangkan mereka tidak melapor ke aparat gampong dengan kondisi seperti sekarang ini," ujarnya.

Warga menghadang kedatangan tujuh WNA asal China di Suak Puntong. Foto: For AJNN

Atas kejadian itu, ia mengungkapkan kalau aparat gampong menyampaikan keberatan dengan keberadaan WNA tersebut untuk sementara ini. Apalagi kedatangan mereka tidak diketahui oleh aparat gampong karena tidak melapor.

"Selain untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Nagan Raya, untuk sementara waktu aparat gampong keberatan dengan keberadaan WNA itu, apalagi tidak pernah melapor kedatangan WNA itu, kemudian diambil langkah untuk sementara waktu pindah dari Nagan Raya," ungkapnya.

Selain itu, Jonniadi mengungkapkan informasi yang diterima dari Juru Bicara Managemen Perusahaan mereka, kalau ketujuh WNA itu tiba di Jakarta, dan memiliki visa pekerja di Indonesia.

"Semalam mereka diminta pindah dari Nagan Raya, katanya akan mencari penginapan di Meulaboh," ujar Jonniadi.

Komentar

Loading...