Unduh Aplikasi

Ketua DPD RI, La Nyalla: Kami Siap Perjuangkan Pendiri Al Wasliyah Jadi Pahlawan Nasional

Ketua DPD RI, La Nyalla: Kami Siap Perjuangkan Pendiri Al Wasliyah Jadi Pahlawan Nasional
Foto: Detikcom/Rengga Sancaya

MEDAN - Gerak langkah dan peran organisasi Al Jamiatul Washliyah di bidang pendidikan, dakwah, amal sosial dan pemberdayaan ekonomi keumatan membumi dan tidak diragukan lagi oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia. Sejak didirikan pada tanggal 30 November 1930, di Sumatra Utara oleh Tuanku H Ismail Banda, HM Arsyad Tahlib dan H Abdurrahman Syihab, organisasi ini telah banyak berperan dan meleburkan diri dalam membantu berbagai persoalan keumatan di Indonesia.

Selain itu di bidang pendidikan sejumlah lembaga pendidikan dan perguruan tinggi juga mereka dirikan. Sama seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, organisasi ini juga mempunyai sejumlah "Amal Usaha" di bidang pendidikan yang berada dibawah naungan organisasi Al Jamiatul Wasliyah. Perguruan tinggi ini bukan hanya di Sumatera, akan tetapi dihampir seluruh wilayah Indonesia. Melihat jejak historis dan peran organisasi ini, maka sudah selayaknya pendiri organisasi Al Jamiatul Wasliyah layak untuk mendapatkan perhargaan sebagai pahlawan Nasional.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungan kerja pertamanya ke Sumatera Utara, Selasa siang (15/9/2020) kemarin berkunjung kampus UMN Al Washliyah di Medan. Dalam kunjungan tersebut La Nyalla dan rombongan bertemu dengan sejumlah Pengurus Besar Al Wasliyah. Dalam kesempatan itu
Sekjen Pengurus Besar Al Wasliyah, KH Masyhuril Khamis menyampaikan permintaan khusus agar para pendiri Al Jamiatul Wasliyah bisa diangkat menjadi pahlawan nasional. Menjawab permintaan tersebut, La Nyalla langsung menyanggupi dan siap memperjuangkan hal itu.

Dalam pertemuan di aula Udin Sjamsuddin Djajaluddin Lubis Kampus Syech Muhammad Yunus UMN Al Washliyah Jalan Gedung Arca Medan tersebut, La Nyalla menyampaikan bahwa semangat berdirinya Al Wasliyah yang digagas para pendirinya, sama dan sebangun dengan semangat pendiri ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yakni untuk melepaskan bangsa ini dari penjajahan, menuju kemerdekaan yang hakiki.

“Ini berarti, ketiga ormas Islam tersebut memiliki kesamaan tujuan. Dan kalau kita baca di beberapa literatur, karena tahun berdirinya juga berdekatan, semua tokoh yang terlibat di dalam tiga organisasi itu adalah sahabat satu sama lain. Mereka menuntut ilmu dengan silsilah guru yang sama di Timur Tengah,” ujar La Nyalla.

Melihat sejarah dan tujuan berdirinya organisasi Masyarakat (Ormas) itu maka dirinya meneguhkan diri untuk memperjuangkan keinginan ormas Islam tersebut. Apalagi, Menurut La Nyalla, DPD punya komitmen untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan stakeholder di daerah.

“Kita bisa melihat Al Wasliyah sangat concern dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam. Kita para Senator, khususnya Senator dari Sumatera Utara, apalagi saudara Dedi Iskandar Batubara juga menjadi pengurus di Al Wasliyah. Jadi insya Allah segera ada jalan,” ujar La Nyalla.

Selama pertemuan dalam rangka kunjungan kerja itu, La Nyalla juga menandatangani MoU antara DPD RI dengan UMN Al Washliyah serta 5 perguruan tinggi di bawah naungan PB Al Washliyah lainnya, antara lain Universitas Al Wasliyah Medan, Universitas Al Wasliyah Labuhan Batu, STIT Al-Washliyah Binjai dan STIE Al-Washliyah Sibolga.

Ikut menyaksikan penandatanganan tersebut, Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamuddin, serta empat Senator asal Sumut, Pdt. Willem Tumpal Pandopotan Simarmata, Dedi Iskandar Batubara, Muhammad Nuh dan Badikenita Sitepu.

Tampak pula sejumlah Senator dari sejumlah provinsi, di antaranya Fachrul Razi (Aceh) Alirman Sori (Sumatera Barat), Bustami Zainuddin (Lampung), Wa Ode Rabia Al Adawia (Sulawesi Tenggara), Sylviana Murni (DKI Jakarta) dan Rahmat Shah, mantan anggota DPD asal Sumut.

Komentar

Loading...