Unduh Aplikasi

Ketua BRA: Butuh Rp 1 Triliun untuk Percepatan Reintegrasi Korban Konflik

Ketua BRA: Butuh Rp 1 Triliun untuk Percepatan Reintegrasi Korban Konflik
Ketua BRA saat peresmian kantor BRA Aceh Utara di Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

LHOKSEUMAWE - Untuk mempercepat proses reintegrasi dan pemulihan bagi korban konflik dan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di seluruh wilayah Kabupaten/ Kota di Aceh, Badan Reintegrasi Aceh (BRA) mengaku butuh dana kurang lebih Rp 1 triliun untuk memberdayakan 1.600.00 orang korban konflik dan kombatan GAM di seluruh Aceh.

Ketua BRA Fakhrurrazi Yusuf mengatakan, tahun ini BRA Aceh mendapatkan kucuran Rp 67 miliar dana dari Pemerintah.

"Nilai tersebut sangatlah sedikit jika dihitung dengan jumlah korban konflik," katanya kepada AJNN, Kamis (18/10), di sela-sela peresmian kantor BRA Aceh Utara di Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Fakhrurrazi berharap tahun depan Pemerintah bisa menambah Rp 1 triliun untuk BRA Pusat. Hal tersebut untuk mempercepat proses reintegrasi dan kemandirian bagi korban konflik, anak yatim dan para kombatan GAM di seluruh Aceh.

Dia menambahkan, untuk tahun 2017 ini program BRA yang sudah berjalan diantaranya program jaminan sosial, program bantuan anak yatim korban konflik, pengadaan becak tiga roda bagi kombat yang cidera fisik serta beberapa program lainnya yang hingga saat ini masih dikoordinasikan dengan BRA Kabupaten/Kota seluruh Aceh.

“Tahun ini program jaminan sosial akan disalurkan kepada 365 penerima dari seluruh Aceh, bantuan anak yatim sudah disalurkan langsung melalui rekening mereka masing-masing,” ujarnya.

Fakhrurrazi menyebutkan, saat ini pihaknya sedang merampungkan pendataan dari BRA kabupaten/kota di mana kedepanya BRA akan berbasis data best.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...