Ketambe, Lokasi Wisata di Agara Yang Kini Sepi Pengunjung karena Pandemi

Ketambe, Lokasi Wisata di Agara Yang Kini Sepi Pengunjung karena Pandemi
Kondisi salah satu sudut lokasi wisata Ngurah Ketambe, Aceh Tenggara. Foto: AJNN/Riky Octa.

ACEH TENGGARA - Ketambe merupakan salah satu lokasi wisata unggulan di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara). Bukan hanya di tingkat lokal (Domestik), Ketambe juga sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara. 

Namun kondisi lokasi wisata tersebut saat ini sangat miris, sunyi, dan sepi dari pengunjung. Suasana di Ketambe kini meredup seperti hilang tak terlihat. 

Lokasi wisata Ketambe sebenarnya sangat indah. Lokasi ini terletak di pinggir kaki gunung Leuser, tepatnya di Kecamatan Ketambe, Agara. 

Salah satu penginapan di lokasi wisata Ngurah Ketambe, Ketambe, Aceh Tenggara. Foto: AJNN/Riky Octa.

Ketambe itu memiliki udara yang sejuk karena keasrian alam serta hayatinya. Namun dengan minimnya pengunjung, Destinasi  yang dijuluki Wisata di "Paru-paru dunia" ini, kini nasibnya semakin memprihatinkan. 

Masyarakat di Ketambe mempunyai sifat yang sangat humanis (ramah) terhadap semua pengunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar. Hal inilah yang sebelumnya menjadi daya tarik tersendiri dan pemikat wisatawan untuk berdatangan ke lokasi wisata Ketambe.

Namun sejak wabah Pandemi  Covid-19 melanda dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, hingga masuk ke "Bumi Sepakat Segenep" Agara, Ketambe yang sebelumnya merupakan tujuan utama para turis asing dari mancanegara, kini kian terpuruk dan terkesan tidak terlihat lagi dan bahkan seperti tidak terurus.

Dulu, sebelum adanya Pandemi Covid-19, lokasi wisata Ketambe ramai didatangi pengunjung dan menjadi primadona tempat wisata di Agara. Lokasi ini bahkan termasuk pemasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar untuk Kabupaten Agara dari sektor Pariwisata. Sebaliknya, saat ini, wisata yang indah nan sejuk itu meredup bak hilang seperti tidak terlihat lagi. 

Adanya aturan pembatasan selama Pandemi Covid-19 saat ini, menyebabkan wisatawan lokal maupun yang berkunjung Ketambe turun drastis.

Selain itu, kurangnya promosi yang dilakukan oleh pihak pengurus, pemilik wisata, maupun pemerintah kabupaten Agara diduga juga sebagai salah satu pemicu minimnya pengunjung atau wisatawan untuk datang berkunjung ke daerah wisata tersebut. 

Musliadi, salah seorang pemilik Villa di Ketambe, merasa miris dan sedih melihat kondisi yang tengah terjadi di lokasi Ketambe saat ini. 

Kondisi Ketambe yang sepi dari pengunjung selama pandemi Covid-19 sangat paling mempengaruhi pendapatan pelaku wisata dan masyarakat di sekitar lokasi wisata Ketambe.

Musliadi, salah seorang pelaku usaha pariwisata di lokasi wisata Ngurah Ketambe, Ketambe, Aceh Tenggara. Foto: AJNN/Riky Octa.

"Semenjak adanya wabah Covid-19, turis-turis asing dari mancanegara jarang masuk lagi, dan wisatawan lokal pun enggan datang" ungkap Musliadi saat dikunjungi AJNN di Villa Ngurah Ketambe pada Sabtu (4/9/2021) kemarin.

Akibat sepinya pengunjung, untuk saat ini kata Musliadi, dirinya mengalami kesulitan keuangan, yang berimbas pada ekonomi keluarga, termasuk untuk membayar gaji tiga karyawan yang saat ini berkerja di villa miliknya.

"Saat ini saya kesulitan untuk masalah keuangan, baik itu bayar gaji tiga karyawan saya, hingga ekonomi keluarga saya pun sekarang sangat terganggu," ungkap Musliadi dengan ekspresi wajah sedih. 

Musliadi mengakui bahwa saat ini, pembangunan lokasi wisata Ketambe sedang dilakukan oleh Dinas terkait. Namun dia merasa pembangunan itu tidak terlalu berdampak langsung terhadap kebutuhan utama lokasi wisata.

Menurutnya, seharusnya yang dibangun terlebih dahulu adalah akses jalan masuk lokasi wisata mulai dari atas, baru lanjut ke seterusnya ke bawah. 

"Seharusnya jalan masuk dulu yang dibangun, supaya wisatawan mudah mencapai lokasi. Ini malah yang dibangun penataan di bawah, orang lihat dari atas jalan dulu, ketika dilihat masih rusak, ya, nggak jadi masuklah wisatawannya," kata Musliadi.

Disamping itu, Musliadi berharap kondisi sepinya pengunjung dapat teratasi dan pembangunan lokasi wisata Ketambe dan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Agara, sehingga pelaku usaha pariwisata seperti dirinya dapat terbantu secara ekonomi, selama masa pandemi ini.

"Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan lokasi wisata itu pun kembali pulih seperti sediakala," harap Musliadi.

|RIKY OCTA

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini