Unduh Aplikasi

INTERMESO

Kesusahan dan Kemudahan

Kesusahan dan Kemudahan
Ilustrasi: ello

BANG Awee ingat betul sebuah kiriman dalam aplikasi pesan berantai menjelang pergantian tahun 2019 ke 2020. Pesan itu berisi kalender yang seluruh tanggal berwarna merah.

Pesan itu seolah-olah menjadi doa agar 2020 lebih banyak hari libur. Di saat yang sama, pemerintah membuka banyak even wisata. Harga tiket pesawat masih bertahan di angka yang relatif tinggi saat itu, namun berwisata masih tetap jadi pilihan bagi mereka yang memiliki uang lebih.

“Sekarang, kita malah tidak tahu lagi apakah ini tanggal merah atau tidak,” kata Bang Awee, kemarin malam. “Semua hari sama saja.”

Setelah corona menjadi pandemi, banyak hal berubah. Sekolah-sekolah diliburkan. Kantor-kantor menerapkan jadwal bekerja dari rumah kepada sejumlah pegawai.

Warung-warung kopi sempat ditutup. Kerumunan dilarang. Di beberapa lokasi, ibadah Salat Jumat ditiadakan. Jalanan sepi. Banyak pihak kini menyarankan warga untuk berbelanja dari rumah.

“Menghadapi kondisi ini, kita tak perlu sedih. Ada banyak hikmah yang bisa diambil bagi orang yang bersyukur,” kata Bang Rambo, menimpali perkataan Bang Awee.

Bang Rambo mencontohkan cerita tentang betapa girangnya masyarakat di India yang bisa melihat puncak gunung Himalaya karena aturan lockdown menurunkan tingkat polusi. Udara di India menjadi lebih bersih.

Pegunungan yang terletak di Tibet itu kini bisa dilihat dengan mata telanjang dari jarak sekitar 160 kilometer. Ini adalah pemandangan yang tak pernah terjadi, setidaknya dalam tiga dasawarsa terakhir.

Pembatasan aktivitas ini juga terjadi di banyak kota besar di dunia. Termasuk di Jakarta. Dan hasilnya, tingkat polusi berkurang. Jika aturan pembatasan aktivitas ini diterapkan dalam beberapa saat lagi, kondisi udara di seluruh dunia akan semakin membaik.

“Ya, mungkin saja kondisi udara yang membaik akan menjadikan kita lebih sehat. Karena memang Allah telah berjanji. ‘Sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan’. Dua hal itu datang bersamaan. Tinggal kita yang memikirkan hikmah di balik kejadian yang menimpa kita,” kata Bang Awee.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...