Unduh Aplikasi

Kesulitan Air Bersih, Pengungsi Gempa Pidie Jaya Gunakan Air Sungai

Kesulitan Air Bersih, Pengungsi Gempa Pidie Jaya Gunakan Air Sungai
Anak-anak korban gempa mengikuti trauma healing di posko induk Gampong Kaye Jato, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.

PIDIE JAYA - Seribuan korban gempa 6,4 skala richter yang mengungsi di Gampong Kaye Jato, Bandar Baru, Pidie Jaya, terpaksa menggunakan air sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. Mereka berharap pemerintah membantu mengatasi kesulitan air bersih yang mereka rasakan.

“Kalau yang lain insyaallah sudah tersedia, air bersih dan selimut yang perlu,” kata Sulaiman, sekretaris posko pengungsian, Selasa (13/12). 

Menurutnya, selama ini air bersih yang didistribusikan ke posko mereka hanya cukup untuk kebutuhan memasak bagi pengungsi. Sementara sumber air bersih lainnya seperti sumur, belum dapat digunakan.

“Rata-rata sumur berada dalam rumah. Karena gempa susulan masih terjadi, warga belum berani masuk ke dalam rumah. Pascagempa air sumur juga keruh,” kata Sulaiman.

Sebanyak 1.535 jiwa dari 418 kepala keluarga warga Gampong Kaye Jato kini mengungsi di tiga titik lokasi di gampong tersebut. Dari jumlah tersebut, 29 orang di antarannya merupakan bayi di bawah satu tahun, 11 orang ibu hamil dan 95 orang balita.

“Masjid Baitul Mutaqin ini merupakan posko induk. Karena tempatnya tidak cukup menampung semua warga, dua posko lagi kami dirikan di meunasah dan ketiga di musala Blang Dayah,” kata Sulaiman.

Komentar

Loading...