Unduh Aplikasi

Kesal Sering di Pungli, Pedagang Pasar Inpres Datangi Disperindagkop Lhokseumawe

Kesal Sering di Pungli, Pedagang Pasar Inpres Datangi Disperindagkop Lhokseumawe
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Puluhan pedagang kecil yang berjualan di Pasar Inpres, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe mendatangi Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat guna mempertanyakan terkait pengutipan liar yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab sehingga meresahkan pedagang.

“Jadi kemarin, pedagang mendatangi dan menjumpai Kadisperindagkop di kantornya dan mempertanyakan terkait hal itu. Saat itu kami dari mahasiswa juga ikut damping mereka,” kata Ketua SMUR Riski Rahmatullah Sinabung kepada AJNN, Kamis (5/9).

Sambung Riski, dalam kesempatan tersebut pedagang-pedagang tersebut meminta pengelola pengutipan restribusi pasar agar diganti, supaya tidak lagi meresahkan masyarakat kecil yang bedagang di pasar tradisinal Kota Lhokseumawe itu. Pedagang juga berharap supaya bisa jualan lagi seperti biasa

“Dan saat pertemuan tersebut, dari Disperindagkop sendiri meminta waktu untuk mengevaluasi hal itu karena tidak boleh diputuskan secara sepihak. Dalam hal ini, kami mahasiswa akan terus mendampingi dan meminta Kadiperindagkop Ramli segera mengevaluasi hal tersebut,” imbuhnya.

Baca: Pengelola Restribusi, Pedagang dan Mahasiswa Musyawarah Soal Pungli di Pasar Inpres

Dikabarkan sebelumnya, sejumlah pedagang kecil yang berjualan di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe mengeluarkan keluh kesah yang dialaminya selama bertahun-tahun sejak pertama kali mereka berjualan di pasar tradisional itu hingga saat ini.

Sedikitnya, terdapat 23 pedagang yang terdiri dari pedagang satur mayur, dan sejumlah pedagang rempah-rempah lainnya yang mengaiz rezki di pasar tersebut.

Mereka mengaku, terkesan tak pernah pudar penderitaan yang mereka alami, mulai dari harus menyetor pajak untuk preman setiap hari hingga pembongkaran lapak pedagang di malam hari yang dilakukan oleh orang tak dikenal atau oknum yang tidak bertanggungjawab.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...