Unduh Aplikasi

Kerusuhah di Blang Lancang: Mediasi DPRK Lhokseumae Buntu

Kerusuhah di Blang Lancang: Mediasi DPRK Lhokseumae Buntu
Kondisi pascakebakaran di Blang Lancang, Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Konflik sosial yang terjadi antara masyarakat Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) dan warga Lingkungan Muara Satu belum kunjung usai.

Bahkan upaya mediasi yang sempat dilakukan oleh DPRK Kota Lhokseumawe belum membuahkan hasil karena pembakaran rumah yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Saya langsung komunikasi dengan Ketua IKBAL, dengan kondisi kekinian waktu itu. Karena terjadi kekerasan, menurut anggapan kami itu perlu ditengahi,” kata Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, T Sofyanus kepada AJNN, Sabtu (28/12).

Menurut politisi dari Partai Demokrat itu, hal tersebut belum terimplimentasi. Namun dengan berbagai pertimbangan IKBAL bersikukuh ingin hal tersebut dituntaskan secara hukum oleh aparat kepolisian.

“Oleh karena itu saya pikir upaya untuk melakukan mediasi terhenti karena kasus pembakaran rumah tersebut,” ujarnya.

Baca: Kata Forum Keuchik Muara Satu Soal Tiga Warga Dilapor Polisi oleh IKBAL

Sambung T Sofyanus, tujuan upaya mediasi yang ingin dilakukan itu yakni agar konflik sosial itu tidak berkepanjangan atau turun temurun. Kemudian, secara kelembagaan, DPRK Lhokseumawe bertanggungjawab, disebabkan DPR merupakan milik rakyat.

“Apapun masalah yang dihadapi rakyat, DPRK Lhokseumawe bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kami lakukan inisiatif tersebut untuk menjaga stabilitas yang ada di daerah Lhokseumawe,” katanya.

Ia berharap kepada pemerintah pusat agar tuntutan masyarakat perlu direspon dengan segala pertimbangan dan segala sisi.

“Kemudian kami juga berpikir kenapa masyarakat IKBAL ini ada secercah harapan, itu ada sebab akibatnya. Seakan ada kesempatan yang diberikan oleh pemerintah tentang mereka,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau, jangan ada pihak tertentu menunggangi kedua belah kubu ini. Dan DPRK akan mencari langkah konkrit agar ini bisa damai. Kalau terbentur mediasi tidak bisa dilakukan, biarlah hukum yang berbicara.

Komentar

Loading...