Unduh Aplikasi

Kerugian Negara Kecil, Kejari Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi KIP Pijay

Kerugian Negara Kecil, Kejari Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi KIP Pijay
Kajari Pidie Jaya, Mukhzan. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya menghentikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pilkada Pidie Jaya tahun 2018 di Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.

Kajari Pidie Jaya, Mukhzan kepada AJNN, Selasa (5/1) mengatakan, alasan dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atau dihentikan kasus dugaan korupsi dana hibah pilkada tersebut karena jumlah kerugian relatif kecil dibandingkan dengan banyaknya 'penikmat'.

Dijelaskan, kerugian negara akibat perjalanan dinas fiktif yang dilakukan oleh oleh 14 pegawai dan lima komisioner KIP Pidie Jaya periode 2013-2018 itu sebesar Rp 104 juta lebih.

"Nilai kerugiannya relatif kecil, dan bukan perkara yang berkualitas. Penikmatnya sangat banyak, mecapai 19 orang, sudah termasuk komisioner, kerugiannya Rp 104.953.000. Jumlahnya pembagiannya juga bervariasi, dari Rp 1 juta hingga Rp 9 juta per orang," kata Mukhzan.

Baca: Kajari Pastikan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi di KIP Pijay Tak Tuntas Tahun Ini

Dari itu, lanjut Mukhzan, pihaknya melakukan optimalisasi, artinya, semua penikmat uang negara itu harus mengumpulkan dan mengembalikan dana tersebut ke kas daerah.

Pada tanggal 7 Oktober 2020, semua kerugian negara pada kasus dana hibah Pilkada Pidie Jaya 2018 di KIP itu telah dikembalikan ke kas daerah. Sehingga kasus korupsi tersebut dihentikan.

"Optimalisasi itu dibenarkan, dan perkara ini juga telah kami ekspos di Kejati, dan Kejati sudah setuju kasus ini dihentikan," terangnya.

Komentar

Loading...