Unduh Aplikasi

Kerap Terjadi Konflik, BKSDA Giring Puluhan Ekor Gajah di Pidie

Kerap Terjadi Konflik, BKSDA Giring Puluhan Ekor Gajah di Pidie
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Balai KSDA Aceh melalui Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe melaksanakan penggiringan gajah liar (Elephas maximus ssp. Sumatranus) secara manual (menggunakan mercon dan petasan) di Desa Menasah Panah Kecamatan Tiro Kabupaten Pidie.

Penggiringan yang dibantu langsung oleh Resor Konservasi Wilayah 5 Sigli, CRU Mila, FFI, dan beberapa masyarakat setempat guna menindaklanjuti laporan konflik gajah degan manusia yang terjadi terus menerus di daerah itu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe, Kamarud Zaman mengatakan, jumlah kawanan gajah liar tersebut diperkirakan berjumlah 30 ekor. Berdasarkan informasi dari tim petugas, dalam kelompok itu terdapat beberapa anak gajah yang diperkirakan masih berusia dini.

“Saat ini, kelompok gajah liar tersebut telah berada di area kawasan hutan yang berada di Kecamatan Glumpang Tiga Kabupaten Pidie,” katanya kepada AJNN, Selasa (9/6).

Dikatakannya, wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah rawan terjadi konflik gajah liar (dengan manusia di Kabupaten Pidie, yang dimana hampir setiap tahun dipastikan adanya laporan masyarakat terkait konflik, baik itu kawanan gajah liar (yang masuk ke areal pemukiman ataupun ke areal perkebunan masyarakat.

“Secara taksonomi, Gajah Sumatera termasuk kelompok Mammalia dengan Famili Elephantidae. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, jenis satwa ini berstatus Kritis/critically endangered,” ujarnya.

Sambung Kamarud Zaman, Gajah Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi.

Habitat dari satwa liar Gajah Sumatera ini yaitu pada hutan dataran rendah. Penanganan atau respon konflik gajah liar melalui upaya penggiringan secara manual yang dilaksanakan ini berpedoman kepada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.48/MENHUT-II/2008 Tentang Pedoman Penanganan Konflik Antara Manusia Dan Satwa Liar jo Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.53/Menhut-II/2014 Tanggal 28 Agustus 2014.

“Kita memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya keterlibatan masyarakat setempat dalam upaya penanganan konflik gajah dengan manusia di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau dan mengharapkan dukungan seluruh elemen stakeholder di Provinsi Aceh untuk ikut serta dalam penanggulangan permasalahan konflik Gajah Sumatera dengan manusia di Provinsi Aceh. Seluruh masyarakat untuk ikut melestarikan habitat atau tempat tinggal satwa liar ini dengan tidak menebang pohon di hutan secara sembarangan.

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...