Unduh Aplikasi

Keputusan Akhir Rapat TAPA dan Banggar, Rumah Dhuafa Disepakati Hanya 780 Unit

Keputusan Akhir Rapat TAPA dan Banggar, Rumah Dhuafa Disepakati Hanya 780 Unit
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh merencanakan membangun rumah layak huni atau rumah dhuafa melalui APBA tahun 2021 sebanyak 4.430 unit. 

Namun jumlah unit rumah ini jauh berkurang setelah evaluasi yang dilakukan oleh Banggar DPR Aceh bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), rumah dhuafa dari 4.430 unit ini tinggal 780 unit.  

Padahal dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJM) Tahun 2017-2022, Pemerintah Aceh akan membangun rumah dhuafa sebanyak 30 ribu unit.  

Dimana, Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) 2021 menargetkan pembangunan rumah dhuafa sebanyak 6 ribu unit. 

Selanjutnya, Pemerintah Aceh menetapkan dalam rancangan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Aceh, hanya mengalokasikan pembangunan rumah sebanyak 4.430 unit, dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 434 miliar. 

Dalam evaluasi Mendagri atas Raqan APBA 2021, pembangunan rumah dhuafa tidak termasuk dalam item yang dipermasalahkan atau dilarang. Malah Mendagri meminta agar jumlah rumah dhuafa ditambah menjadi 6 ribu unit sesuai target RKPA. 

Informasi yang diterima AJNN, bahwa hasil pembahasan antara Banggar DPR Aceh bersama Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), malah melakukan koreksi target rumah dhuafa yang akan dibangun, dari 4.430 berkurang menjadi 780 unit atau berkurang sebanyak 3.650 unit.

Baca: Koreksi Banggar dan TAPA, Rumah Dhuafa Tinggal 780 Unit dari 4.430 Unit

"Rumah dhuafa gagal bg," kata anggota DPRA, Armiyadi melalui pesan WhatshAp kepada AJNN, Rabu (12/1) malam. 

Armiyadi awalnya masih berharap dalam rapat terakhir antara TAPA dan Banggar bisa mengembalikan jumlah rumah sesuai dengan usulan awal yakni 4.430 unit. 

Namun dalam rapat terakhir yang berlangsung, Rabu (12/1) sore, TAPA dan Banggar DPRA memutuskan rumah dhuafa yang akan dibangun dalam APBA 2021 sebanyak 780 unit. 

"Saya sudah berjuang, tapi hasil akhir bukan saya yang putuskan, rumah dhuafa yang akan dibangun hanya 780 unit," ungkap Politisi PKS itu. 

Menurutnya, jumlah rumah dhuafa tidak perlu dikurangi, apalagi hasil koreksi Kemendagri tidak mencoret masalah jumlah rumah dhuafa itu, malah meminta menyesuaikan dengan target RPJM yakni 6 ribu unit. 

"Tapi Pemerintah Aceh berjanji jumlah rumah yang kurang itu akan dimasukkan dalam APBA-P nanti, kalau untuk APBA murni ini hanya 780 unit dulu," kata Armiyadi.

Komentar

Loading...