Unduh Aplikasi

Kepsek SLB Bireuen Laporkan Empat Akun Sosial Media ke Polisi

Kepsek SLB Bireuen Laporkan Empat Akun Sosial Media ke Polisi
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Vokasional Muhammadiyah Bireuen melaporkan empat akun media sosial ke Polres Aceh Utara, karena diduga telah mencemarkan nama baik dengan mengunggah video serta menuduh dia dan keluarga mencuri kotak amal di Masjid Alue Bili Rayeuk, Baktia Aceh Utara.

Empat akun media sosial yang dilaporkan tersebut yakni, akun instagram acehworldtime, channel youtube Syerry Quxy, akun Facebook atas nama Gunawan dan channel youtube Tek Matok.

“Ini saya laporkan dengan tujuan untuk membakar tuntas akar-akar penyebaran berita miring yang telah beredar terhadap saya dan keluarga,” kata Istiarsyah kepada AJNN, Selasa (4/8).

Sambungnya, adapun kronologis awal yakni, pada 29 Juli 2020 lalu, dirinya dan keluarga melakukan perjalanan pulang kampung dari Bireuen menuju Sungai Raya, Aceh Timur. Saat itu mereka singgah untuk salat Zuhur di masjid tersebut.

“Itu bukan yang pertama kali kami singgah di masjid tersebut. Kami sering singgah untuk salat dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan, dan bahkan sering menikmati jajanan buah jambu biji yang dijual di seputaran masjid,” ujarnya.

Sambungnya, setelah melaksanakan salat Zuhur, anaknya mengangkat sebuah kotak amal kayu berwarna hijau, yang ternyata kotak amal itu kuncinya sudah rusak dan di dalamnya ada sejumlah uang.

“Lalu istri saya berkata, Bang kotak amalnya ini udah rusak, masukkan aja uangnya ke dalam kotak amal lain biar aman. Lalu saya dan putri saya memasukkan uang itu ke dalam kotak amal yang satunya lagi,” jelasnya.

Setelah selesai, sambungnya, dia minta anaknya untuk meletakkan kotak amal yang rusak ke belakang mimbar dengan tujuan agar orang-orang yang akan bersedekah nanti tidak memasukkan ke kotak amal yang rusak.

“Tiba-tiba tengah malam ketika saya sudah di rumah, sahabat saya telpon dan menanyakan terkait video aktivitas saya lakukan di masjid itu yang sudah diunggah di akun instagram Acehworldtime dengan judul diduga seorang ayah mengajari anaknya untuk mencuri kotak amal masjid,” ungkapnya.

Firinya dan keluarga kaget dan syok dengan kabar dan video yang terus beredar tersebut. Sanggahan demi sanggahan dari teman-temannya di IG membantah berita itu, dan akhirnya pada 31/07/2020 pukul 06.20 WIB @Acehworldtime menghapus dan meminta maaf.

“Akun itu mengirim pesan ke IG saya dengan kalimat, Assalamu'alaikum pak. Kami dari tim @Acehworldtime sangat meminta maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami dalam memeriksa kebenaran video tersebut. Berita saya pada @Acehworldtime telah dihapus,” tuturnya.

Tambahnya lagi, itu adalah pencemaran nama baiknya dan keluarga. Tekanan batin istri, ibu, dan keluarga yang sampai saat ini masih mengguncang mental dan psikologis mereka. Bukan hanya itu, tapi ini juga pencemaran nama baik saya sebagai seorang pendidik generasi bangsa, nama baik instansi tempat saya bekerja.

“Saya adalah guru anak-anak berkebutuhan khusus yang sekarang dipercayakan memimpin sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Bireuen,” ungkapnya.

Dirinya juga menyebutkan, bahwa seorang ayah dari anak-anak yang tidak mungkin mengajarkan mereka untuk mencuri uang kotak amal masjid, malah sebaliknya mengajarkan mereka untuk mencintai mesjid dan jama'ah, serta menyisihkan sebagian jajan mereka untuk membantu pembangunan masjid.

“Semua pemberitaan pada keempat media di atas telah dihapus, namun demikian kami telah mengumpulkan sejumlah barang bukti yang akurat beserta rekaman video yang telah divideokan kembali menggunakan HP,” ucapnya.

Namun jika terlihat terjadi penyebaran pada media sosial lainnya, maka pihak pelapor akan segera melaporkan kembali.

“Tujuan pelaporan ini adalah sebuah ibadah bagi profesi seorang pendidik, yaitu mengajarkan seseorang yang tidak paham menjadi paham. Sama seperti seperti kita mengajar anak-anak didik di sekolah, namun ini dengan konteks yang berbeda,” katanya lagi.

Dalam konteks ini adalah mengajarkan para pihak-pihak terlapor untuk paham bagaimana bermedia dengan mengutamakan akhlak pemikiran yang baik, yang bermanfaat bagi generasi bangsa, agar bangsa ini terus berkembang ke arah yang lebih baik melalui media-media sosial.

“Dalam video terlihat jelas anak saya meletakkan kotak amal ke belakang mimbar. Ini dapat membunuh karakter anak saya, efeknya dikhawatirkan anak saya akan trauma untuk memegang kotak amal dan untuk bersedekah di masjid-masjid,” cetusnya.

Mudah-mudahan kejadian ini tambahnya, dapat mendidik generasi milenial yang berkarir dalam media untuk lebih hati-hati dalam membuat posting apapun. Agar hasil jerih payah yang akan dihasilkan berkah untuknya dan keluarganya, tanpa merugikan pihak lain.

 

Komentar

Loading...