Unduh Aplikasi

Kepala UPTD IBI Saree Akui Sapi di sana Tak Dikasih Konsentrat Sejak Maret

Kepala UPTD IBI Saree Akui Sapi di sana Tak Dikasih Konsentrat Sejak Maret
Kondisi sapi di UPTD IBI Saree. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Kurusnya sapi yang berada di UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree, Aceh Besar di bawah Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh kini viral di media sosial.

Bahkan, karena diduga kekurangan pakan dan asupan gizi, sapi yang dibeli dengan uang rakyat Aceh itu sudah ada yang mati.

Apalagi, sejak 22 Maret 2020, sapi-sapi di UPTD IBI Saree tersebut sudah tidak mendapatkan konsentrat (pakan tambahan sapi yang berfungsi untuk penggemukan ternak) lagi.

Kepala UPTD IBI Saree, Zulfadli mengatakan, pengadaan sapi itu sudah sejak tahun 2016 dan 2017. Namun, karena datangnya musim kemarau pada 2018 lalu, membuat banyak sapi di sana terpaksa dilepas ke lokasi perumputan.

Kemudian, kata Zulfadli, pada pertengahan 2019 baru adanya pengadaan konsentrat di bidang pakan, setelah itu sapi tersebut ditangkap kembali dan dikurung. Lalu, rumput-rumput di sana mulai tumbuh seperti saat ini.

Pada pertengahan 2019 itu, pengadaan konsentrat sampai ratusan ton. Sejak saat itu pula semua sapi-sapi yang sebelumnya dilepaskan tersebut ditangkap kembali, sekaligus memerbaiki HMT (Hijauan makanan ternak).

"Nah, selama itu pula berarti pakan ternak yang kita siapkan itu adalah HMT ditambah dengan konsentrat sebagai bahan pakan tambahan," kata Zulfadli saat dikonfirmasi AJNN, Kamis (4/6).

Namun, konsentrat yang pengadaannya 2019 itu ternyata habis hingga 21 Maret 2020. Karena itu sampai hari ini sapi-sapi di sana hanya diberikan HMT saja, dan ditambah dengan fermentasi jerami.

Zulfadli mengakui bahwa konsentrat itu berfungsi untuk menambah suplemen makan. Namun, apa boleh dikata kondisi hari ini memang tidak ada lagi konsentrat sejak habis pada 21 Maret 2020.

"Untuk saat ini ya mungkin ada ke Saree ya begitulah kondisi saat ini, karena kita sejak tanggal 22 Maret kemarin kita ngak kasih lagi konsentrat, ngak ada lagi," ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah memang tahun 2020 ini tidak ada lagi pengadaan konsentrat, sepengetahuan Zulfadli ada dilakukan. Tetapi ia tidak mengetahui detail persoalan itu karena memang itu bidangnya pekan.

"Pengadaannya ada tahun 2020 ini, cuman saya kurang tahu persis, karena yang adakan itu bidang pakan juga, yang saya tahu kemarin pertama ada kesalahan penulisan spek, pokoknya nanti bisa konfirmasi langsung lah," ucapnya.

"Kemudian ditambah lagi yang masa Covid ini, terhambatnya pengadaan barang jasa, mungkin nanti bisa tanya langsung ke bidang pakan," sambungnya.

Mengenai sapi, Zulfadli menuturkan bahwa kondisinya saat ini tidak terlalu kurus sekali seperti foto-foto yang beredar itu. Tetapi yang namanya tidak diberikan konsentrat tentu ada perubahan, namun tidak terlalu drastis seperti yang di gambar-gambar.

Sementara terkait sapi yang mati, Zulfadli juga mengakui adanya dua ekor sapi mati saat hari lebaran, tetapi setelah diklarifikasi kematiannya karena pneumonia (radang paru-paru).

"Saya klarifikasi juga pas hari pertama lebaran, memang penyebab kematian kemarin katanya ada pneumonia, waktu dibedah bangkai katanya di usus ada cacing gitu ya, itu informasi yang saya dapat," ujarnya.

Zulfadli menyebutkan, adapun jumlah sapi di UPTD IBI Saree sebanyak 392 ekor dengan berbagai jenis, yakni ada sapi PO (peranakan ongole), Limousin, Simmental, Brahman, Bali dan juga ada sapi Aceh.

"Totalnya di data saya 392 ekor. PO pengadaan tahun 2016, Limousin, Simmental, Brahman dan Bali itu pengadaannya 2017, termasuk sapi Aceh juga. Terus kalau kerbau murah itu hibah dari Ditjen Peternakan lima ekor, satu betina empat jantan," tutur Zulfadli.

Komentar

Loading...