Unduh Aplikasi

Di Tengah Pandemi, Kepala SMK di Aceh Tamiang Dibekali Ilmu untuk Mengikuti Supervisi Mutu

Di Tengah Pandemi, Kepala SMK di Aceh Tamiang Dibekali Ilmu untuk Mengikuti Supervisi Mutu
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti sosialisasi pengisian instrumen supervisi keterlaksanaan BDR yang dilaksanakan oleh Cabang Disdik Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Foto : For AJNN

ACEH TAMIANG - Di tengah pandemi Covid-19, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tetap menggelar sosialisasi pengisian instrumen supervisi keterlaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk satuan Pendidikan SMK se-Kabupaten itu, Senin (19/10).

Acara yang berlangsung di SMKN 2 Karang Baru itu, ikut didampingi oleh pengawas pembina SMK se-Kabupaten Aceh Tamiang, Yuniar M. Hum. Kegiatan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Bakhtiar, mengatakan, supervisi keterlaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) merupakan pembekalan ilmu awal bagi kepala SMK Kabupaten Aceh Tamiang dalam rangka mempersiapkan diri untuk mengikuti supervisi mutu yang dilaksanakan secara daring oleh LPMP Provinsi Aceh, 23 Oktober 2020 mendatang.

Bakhtiar menjelaskan, supervisi mutu adalah proses mengawal upaya peningkatan mutu pada satuan pendidikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) bersama dengan pengawas sekolah. 

"Kegiatan supervisi ke satuan pendidikan secara daring merupakan sebuah proses untuk pemetaan mutu berdasarkan kondisi sekolah dan hasil rapor mutu," ujarnya.

Kegiatan supervisi mutu dengan siklus: identifikasi atau analisis permasalahan, membuat rekomendasi, melakukan pendampingan implementasi, monitoring evalusi implementasi, dan perubahan mutu.

"Tujuan kegiatan supervisi mutu adalah melakukan analisis pemetaan mutu, menyusun rekomendasi dan tindak lanjut berdasarkan kondisi di satuan pendidikan dari instrumen ketelaksanaan pembelajaran di masa Covid-19," kata Bakhtiar.

Selain itu, lanjut Bakhtiar, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memahami standar pendidikan pada supervisi mutu pendidikan serta memperoleh informasi dan data pemetaan mutu sebagai akses peningkatann mutu yang secara berkesinambungan dan holistik dari hasil implementasi pemetaan mutu pendidikan. 

Dengan harapan hasil analisis dan rekomendasi untuk peningkatan mutu pada satuan Pendidikan ada perubahan setiap tahun di Provinsi Aceh.

Bakhtiar menambahkan, pada tahun 2020, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Aceh melaksanakan program supervisi ke satuan pendidikan secara daring sebagai tugas core bisnis dalam bentuk supervisi. 

Adapun, sasaran sekolah secara daring berjumlah sembilan SMK di Aceh Tamiang dengan pengawas pembina satu orang sebagai supervisor. LPMP Provinsi Aceh menyediakan aplikasi sebagai bentuk Layanan Manajemen System (LMS) oleh lembaga. 

Kegiatan itu dilakukan dengan instrumen keterlaksanaan Belajar Dari Rumah  (BDR) dan pemenuhan mutu. Kegiatan supervisi ke satuan pendidikan secara daring dilaksanakan dengan 3 tahap.

Tahap pertama: mengidentifikasi/analisis, mencari akar permasalahan, Menyusun rekomendasi dan tindak lanjut dengan instrument keterlaksanaan Belajar Dari Rumah.

Tahap kedua: mengidentifikasi/analisis, mencari akar permasalahan, menyusun rekomendasi dan tindak lanjut dengan instrument pemenuhan mutu dengan 4 SNP Standar Kompetensi Kelulusan, Isi, proses, dan penilaian pendidikan.

"Sementara tahap ketiga: mengidentifikasi/analisis, mencari akar permasalahan, menyusun rekomendasi dan tindak lanjut dengan instrument pemenuhan mutu dengan 4 SNP (Standar PTK, Standar Sapras, Pengelolaan Pendidikan, dan Pembiayaan)," ungkap Bakhtiar.

Komentar

Loading...