Unduh Aplikasi

Kepala Puskesmas Mukek Diduga Palsukan Tanda Tangan Staf untuk Pencairan Jasa Kesehatan

Kepala Puskesmas Mukek Diduga Palsukan Tanda Tangan Staf untuk Pencairan Jasa Kesehatan
Foto: Ist

ACEH SELATAN - Kepala Puskesmas Meukek, drg. Dede Rinaya diduga memalsukan tanda tangan beberapa staf puskesmas setempat saat mengusulkan pencairan jasa kesehatan non kapitasi dari bulan Januari sampai Juni tahun 2019.

Salah seorang mantan staf Puskesmas Meukek, M. Nasir kepada AJNN, Rabu (23/09) mengatakan, pihaknya tidak pernah menandatangani usulan atau amprahan jasa Kesehatan non kapitasi dari bulan Januari sampai Juni tahun 2019 itu.

"Kita tidak ada diberitahukan usulan pencairan jasa non kapitasi tersebut, tiba -tiba sudah ada tanda tangan saya di situ, padahal kita tidak pernah menandatanganinya, itu jelas - jelas ada yang meniru tandatangan saya, siapa orangnya kita tidak tahu," katanya.

Lebih lanjut, Nasir mengaku menerima uang tersebut sebesar Rp.12.200.000 ribu, dan menanda tangani bukti terima. 

Kata dia, jumlah uang jasa kesehatan non kapitasi yang seharusnya diterima Rp 12.778.000 sudah termasuk PPH, namun malah dipotong lagi sebesar 4 persen dan tidak dijelaskan alasan pemotongannya.

"Ada diberitahu pemotongan tersebut sebesar 4 persen itu pun diberitahu lewat staf pegawai lain, tapi kegunaanya tidak dijelaska. Seharusnya, selaku Kepala Puskesmas memberitahukan untuk apa uang itu dipotong 4 persen", ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan mantan pegawai Puskesmas Meukek, Ema Yurnalis. Dia juga tidak pernah menandatanganinya usulan pencairan dana jasa non kapitasi, dan uang jasa kesehatan non kapitasi diterima diantar langsung ke rumahnya.

"Uang jasa kesehatan non kapitasi kita terima sebesar Rp 6 juta, seharusnya bersih diterima sebesar Rp 6.529.000 ribu dikarnakan sudah di potong 4 persen. Pemotongan 4 persen tersebut kita tidak tahu untuk apa, saat ditanyakan ke Kepala Puskesmas terkait pemotongan tersebut tidak menjelaskan kegunaannya", ujarnya.

"Ditambah lagi Kapus Meukek tidak memberikan hak jasanya selama dua bulan terhitung dari bulan Januari sampai Februari tahun 2020. Sehingga Kapus Meukek tersebut sempat memindahkannya ke Puskesmas Tapkatuan dan anehnya ada juga yang dipotong sampai Rp 3 juta jasa non kapitasi tersebut", ungkapnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Meukek, drg. Dede Rinaya saat dikonfirmasi wartawan lewat telepon seluler mengatakan, tidak memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

"Terkait hal itu, saya tidak ada tanggapan dan saya siap mengundurkn diri serta dicopot oleh pemkab, kemudian diganti dengan orang yang amanah," ucapnya singkat.

Kausar

Komentar

Loading...