Unduh Aplikasi

Kepala Ombusman Kutuk Kasus Pelecehan Pasien RSUDZA

Kepala Ombusman Kutuk Kasus Pelecehan Pasien RSUDZA
Kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh Taqwaddin Husen

BANDA ACEH - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengutuk keras kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Banda Aceh. Selain memproses pelaku dengan hukum acara pidana, Taqwadin berharap semua pihak yang lalai hingga terjadinya kasus tersebut harus bertanggungjawab.

"Kami mendesak polisi segera melakukan penyelidikan dan penyidikannya sesuai KUHP, apalagi sudah dilaporkan oleh pihak keluarga," kata Kepala Ombusman Perwakilan Aceh, Taqwaddin kepada wartawan Minggu (15/10).

Menurut Taqwaddin, tak hanya pelaku utama yang diduga petugas cleaning service, semua pihak yang alpa, lalai, dan membiarkan sehingga terjadinya kasus pelecahan harus dimintai pertanggungjawaban. Hal itu karena pelecehan tersebut terjadi tidak saja karena ada niat pelakunya namun karena adanya kesempatan.

"Kasus ini terjadi karena adanya kesempatan dan itu terjadi karena tidak ada orang lain dalam ruangan korban. Pertanyaannya, kemanakah perawat dan kepala ruangan?. Bidang pelayanan pun harus ikut bertanggungjawab karena kontrol kebawahan lemah," ujar Taqwaddin.

Dia mengaku sangat menyesalkan peristiwa tersebut apalagi terjadi di rumah sakit yang memiliki akreditasi terbaik dan paripurna.

"Bagaimana bisa, RS dengan akreditasi terbaik dan paripurna bisa kecolongan sehingga aib ini terjadi. Pelaku harus diproses hukum pidana, apalagi korban adalah pasien yang masih lemah pasca operasi yang harusnya mendapat perawatan intensif,"kata Taqwaddin.

Dia mengatakan pemecatan maupun maaf tidak dapat dijadikan alasan oleh aparat kepolisian maupun rumah sakit hingga menghilangkan proses pidana.

"Pemecatan tidak menihilkan dari tanggungjawab pidana, karena itu sanksi hukum administrasi. Tapi sanksi administrasi, juga patut diberikan kepada perawat, kepala ruang, kabid pelayanan, wadir pelayanan, bahkan direktur,"kata Taqwadin.

Ditambahkan Ombusman perwakilan Aceh memandang kasus pelecahan yang terjadi terhadap pasien RSUZA tidak saja tindakan melanggar hukum tapi juga maladministrasi. Selain kepolisian, Taqwadin juga meminta kasus tersebut menjadi perhatian Gubernur Aceh.

"Kepolisian harus segera menyelesaikan proses penyidikan hingga kepersidangan karena kasus seperti ini juga membawa dampak trumatik bagi korban. Gubernur Aceh harus menaruh perhatian atas kasus ini,"Pungkas Taqwaddin.

Kasus dugaan pelecehan menimpa pasien Rumah Sakit dokter Zainal Abidin Banda Aceh. Dalam laporannya ke Polda Aceh dengan nomor LP/117/X/2-17/SPKT , ibu korban mengatakan peristiwa terjadi 5 Oktober usai korban menjalani operasi sekira pukul 14.00 WIB.

Pelaku diduga petugas kebersihan (cleaning service) dan melakukan aksinya saat korban di bawa ke ruang.

Saat itu korban yang telah dalam kondisi setengah sadar hanya mengenali pelaku (SR) dengan ciri mengenakan baju hijau dan bermasker, masuk ke ruangan tunggu sebelum korban dibawa ke ruang perawatan dan berpura pura memperbaiki selang infus yang melekat di tubuh korban. Kondisi yang masih lemah usai operasi, membuat korban tak mampu melawan, sehingga pelaku sempat dua kali melakukan aksinya.

Begitupun pihak rumah sakit mengaku telah menyelidiki kasus tersebut dan telah memanggil perusahaan yang menjadi tempat pelaku bekerja sebagai cleaning service, turut memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban, pelaku dan pihak perusahaan.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...