Unduh Aplikasi

KONFLIK LOKASI PEMBANGUNAN KANTOR SAMSAT

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Jaya: Silahkan Tempuh Jalur Hukum

Kepala Kantor Pertanahan Aceh Jaya: Silahkan Tempuh Jalur Hukum
Plang nama kepemilikan dilokasi tanah milik Pemerintah Aceh di Calang, Aceh Jaya. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Jaya, Yasril mengungkapkan lokasi pembangunan kantor Samsat Kabupaten Aceh Jaya yang terletak di Jalan Gerbang Raja Kota Calang merupakan resmi tanah milik Pemerintah Aceh berdasarkan sertifikat tanah yang dibeli pada tahun 2015 lalu.

"Di situ kan juga sudah ada plang nama kepemilikan, jika lokasi tanah itu merupakan resmi milik Pemerintah Aceh," kata Kepala Kantor Pertanahan Aceh Jaya, Yasril yang dijumpai di ruang kerja, Selasa (5/5).

Katanya, jika memang masih ada pihak yang dirugikan terkait kepemilikan tanah tersebut silahkan tempur jalur hukum. Karena tanah lokasi pembangunan kantor Samsat Aceh Jaya itu resmi sudah jadi kepemilikannya Pemerintah Aceh dengan nomor sertifikat: 01.17.02.03.4.00004 04 Agustus 2015.

"Ya apapun persoalannya dikemudian hari biar pengadilan yang memutuskan, namun sebelum adanya putusan pengadilan terbaru tanah tersebut masih resmi milik Pemerintah Aceh," ungkap Yasril.

Dirinya juga tidak mempersoalkan lokasi tanah tersebut masuk wilayah desa mana, karena tidak akan mempengaruhi hak kepemilikan tanah.

Baca: Tanah Lokasi Pembangunan Kantor Samsat Aceh Jaya Milik Pemerintah Aceh

"Kalau wilayah mana itu tidak ada masalah saya kira, karena yang terpenting siapa yang memegang sertifikat tanah itulah pemiliknya," pungkasnya.

Sebelumnya, Keluarga Ahmad Agok dan M.Jamin melakukan penyegelan tanah di lokasi pembangunan Kantor Samsat Kabupaten Aceh Jaya, yang terletak di pinggir Jalan Gerbang Raja Kota Calang, Aceh Jaya, Minggu (3/5).

Pasalnya tanah sengketa yang terletak antara Desa Gampong Blang dengan Desa Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya yang akan dibangun kantor Samsat itu belum dibebaskan dan belum ada kejelasannya.

Salah satu cucu Ahmad Agok, Ainal Nur (43) mengatakan jika tanah yang hendak di bangun Samsat sudah pernah dijual sepihak oleh Saiful Bin (Alm) Ahmad Kahar melalui Keuchik Desa Dayah Baro pada tahun 2015 lalu.

"Tanah itu masih sengketa, Saiful tidak punya hak menjual tanah keluarga kami tersebut, apalagi jual beli tanah itu tampa sepengetahuan kami," ungkap Ainal.

Komentar

Loading...