Unduh Aplikasi

Kepala Dinas Perindagkop Diduga Jual Lapak kepada Pedagang

Kepala Dinas Perindagkop Diduga Jual Lapak kepada Pedagang
Murniati menunjukkan lapak pedagang yang dijual Kepala Disperindagkop Lhokseumawe. Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - Puluhan lapak di Pasar Sayur Tradisional, Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, disinyalir diperjualbelikan oleh oknum pejabat di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe.

Murniati (53), seorang pedagang, kepada AJNN di pasar tradisional tersebut mengatakan lapak pasar sayur tersebut seharusnya diperuntukkan bagi para pedagang yang sebelumnya menempati lapak kaki lima di luar pasar.

Namun saat pembangunan pasar rampung, kios itu diberikan kepada kepada pedagang yang sebelumnya tidak pernah berjualan di pasar itu. “Padahal pemerintah berjanji, sebelum pasar sayur Blok C rampung dibangun. Pedagang sayur dan pedagang pisang yang menempati lapak kaki lima semua dijanjikan akan direlokasi ke pasar Blok C,” kata Murniati.

Murniati bahkan menuding Halimuddin, kepala Disperindagkop, sebagai oknum yang memperjualbelikan lapak tersebut seharga Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per tahun.

Karena tak memiliki uang lebih untuk menyewa lapak, Murniati yang berjualan di kawasan itu sejak 30 tahun lalu, terpaksa berjualan di luar pasar.

Pernyataan senada juga disampaikan Maranup dan Andiyani. Dua pedagang yang juga berpuluh-puluh tahun berjualan di lokasi itu. Mereka mengatakan seharusnya pemerintah menepati janji dengan memberikan kesempatan kepada pedagang lama untuk mengisi pasar blok C tersebut.

“Bukan malah diberikan kepada pedagang yang mampu membeli lapak. Bagaimana nasib kami, pedagang yang puluhan tahun menggelar dagangan di pasar ini,” kata Andiyani.

Di depan ratusan pedagang lain, Maranup bahkan menuding Halimuddin sebagai otak di balik penggusuran pedagang lama yang tak mampu membayar sewa.

Halimuddin, saat dikonfirmasi AJNN, tidak menjawab. Sejumlah panggilan ke nomor teleponnya tak tersambung. Pesan singkat untuk memintai konfirmasi juga tak berbalas.

Komentar

Loading...