Unduh Aplikasi

Kepala Cabang Rutan Singkil  Menghindar dari Wartawan

Kepala Cabang Rutan Singkil  Menghindar dari Wartawan

ACEH SINGKIL -  Kepala Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Singkil Katimin menghindar dari wartawan. Ia enggan bertemu dengan wartawan yang datang ke kantornya guna  meminta keterangan terkait penyebab kematian salah seorang napi di rutan tersebut dan sejumlah persoalan lain, Jum'at (11/3).

Hampir dua jam wartawan menunggu, namun Katimin tak juga nongol dikantornya. Padahal sekitar pukul 10.15, salah seorang wartawan sudah menghubunginya via sambungan seluler dan memberitahukan maksud kedatangan mereka ke rutan. Saat itu Katimin mengaku sedang berada di Door Smear dan mengiakan permintaan wartawan.

"Kami sudah hubungi beliau, masak jam kerja dalam kondisi rutan yang lagi ada masalah seorang kepala rutan malah di tempat cucian mobil, saat di telepon dia bilang waktunya sempit tapi dia juga bilang iya. Makanya kami tunggu" kata Irwansyah wartawan salah satu televisi nasional, Sabtu (12/3)

Padahal kata Irwan, Katimin sendirilah yang meminta wartawan datang ke rutan tersebut. Hal itu sesuai SMS dari Katimin yang diterima Irwan pada, Kamis, (10/3) sore saat ia meminta kesediaan Katimin untuk wawancara terkait kematian narapidana illegal fishing tahun 2014 atas nama Mulyadi.

"Aneh rasanya, kemarin dia yang nyuruh kami datang, kamis alasanya udah ke sorean" keluh Irwan sambil menunjukkan pesan singkat yang dia terima dari Katimin.

Sikap kurang bersahabat Kepala Cabang Rutan tersebut disesalkan pekerja media di Singkil. Sebagai pejabat negara, Katimin harusnya memahami tugas wartawan. Apalagi yang hendak dikonfirmasi bukan hanya soal kematian Mulyadi alias Adi Buton. Wartawan yang datang juga hendak meminta penjelasan terkait kebenaran informasi  terkait ada tahanan  kabur dari rutan dan seorang narapidana atas nama Agam  yang sedang dirawat di ruang Komboja RSUD dengan kondisi  memprihatinkan, lantaran diduga akibat terlambat penanganan.

"Kita menyesalkan sikap tidak bersahabat itu. Harusnya dia transparan saja pada wartawan jangan kesannya ada yang ditutup-tutupi, malah dia sendiri yang rugi," sesal  Arief pengurus PWI Balai Aceh Singkil.

Komentar

Loading...