Unduh Aplikasi

Kenal Lewat Media Sosial, Sepeda Motor Gadis di Aceh Utara Dibawa Kabur

Kenal Lewat Media Sosial, Sepeda Motor Gadis di Aceh Utara Dibawa Kabur
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Apes benar nasib NM (19), pelajar asal Gampong Matang Sijuek Teungoh, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara. Gadis malang tersebut jadi korban penipuan teman prianya berinisial R (28) pria asal Aceh Timur. Sepeda motor miliknya pun raib dibawa kabur.

Dihimpun AJNN, ikhwal kejadian bermula saat korban berkenalan via media sosial (Facebook) dengan pelaku. Keduanya kemudian janjian untuk bertemu pada Sabtu (30/12) lalu sekitar pukul 10.00 WIB di sebuah pondok rujak kawasan Gampong Matang Panyang, kecamatan setempat.

"Korban mengaku baru sekitar 10 hari mengenal pelaku lewat media sosial (Facebook). Mereka kemudian bertemu di sebuah pondok rujak," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji melalui Kapolsek Baktiya Barat Iptu Musa kepada AJNN, Senin (1/1/2018).

Korban awalnya tak curiga, saat pelaku meminjam sepeda motor miliknya jenis Honda Vario BL 3166 KP, dengan modus berpura-pura hendak ke toilet SPBU.

"Pelaku berpura-pura meminjam sepeda motor korban dengan alasan mau ke SPBU Sampoiniet. Korban tidak curiga karena merasa sudah saling kenal," ungkap kapolsek.

Korban merasa gusar, sekian lama menunggu, pelaku tak kunjung kembali. Saat ditelpon, pelaku sempat mengangkat dan mengaku sedang membeli nasi.

"Pelaku tak kunjung kembali setelah meminjam sepeda motor korban. Bahkan saat dihubungi lagi kemudian oleh korban, telepon genggam milik pelaku sudah tidak aktif lagi," kata Musa.

Menyadari telah menjadi korban penipuan, ditemani keluarga keesokan harinya NM melaporkan kasus tersebut ke polisi. Kerugian korban mencapai Rp 15 juta rupiah.

"Laporan sudah kami terima dan kami sudah kantongi identitas pelaku. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran," sebutnya.

Tindak kejahatan juga bisa berawal dari jejaring sosial. Maka pihaknya juga meminta warga untuk tetap waspada dari berbagai ancaman kejahatan.

"Saran kami, jangan mudah percaya pada seseorang yang baru dikenal apalagi via media sosial. Masyarakat harus lebih selektif karena sekarang banyak modus aksi kejahatan," ujarMusa.

Komentar

Loading...