Unduh Aplikasi

Kementerian Sosial Rekrut 700 Pendamping PKH untuk Aceh

Kementerian Sosial Rekrut 700 Pendamping PKH untuk Aceh
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Kementerian Sosial (Kemensos) RI akan merekrut sebanyak 700 calon pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk wilayah Aceh.

Menteri Sosial RI, Khofifah mengatakan, perekrutan pendamping ini dilakukan karena adanya penambahan penerima PKH baru sebesar 135 ribu dari sebelumnya hanya 92 ribu, sehingga total penerima PKH di Aceh 2018 nanti mencapai 227 ribu keluarga.

"Pendamping PKH di Aceh 600, dan ditambah 700 orang lebih, jadi minggu ke dua bulan Oktober ini akan ada rekrutmen penambahan pendamping PKH. Di Aceh nanti akan ada 1.300 lebih pendamping untuk seluruh kabupaten/kota," kata Khofifah kepada wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PKH 2017 di hotel Hermes Palace.

Karena hal itu, Khofifah meminta para kepala daerah kabupaten/kota di Aceh untuk mengontrol perekrutan itu, apalagi sistem rekrutmen dilakukan secara online.

Tahun 2018, kata Khofifah, akan ada konfersi Beras Sejahtera (Rastra) ke bantuan pangan untuk 98 Kota dan 118 kabupaten Se-Indonesia, tiga diantaranya di Aceh yaitu Aceh Tengah, Aceh Barat Daya dan Aceh Tamiang.

Bantuan pangan ini nantinya, penerima setiap bulan akan diberikan Rp 110 ribu dalam bentuk barang pangan yaitu beras, telur, gula dan minyak goreng. Namun tidak bisa diambil tunai.

Bagi yang mendapatkan bantuan pangan ini nantinya dapat mengambil barang di E Warung, di Rumah Pangan Kita (RPK) yang sudah menjadi agen atau agen Himbara yang punya toko sembako. Jadi bisa tiga-tiganya. Mereka yang mendapatkan bantuan pangan ini bisa mengambil sesuai kebutuhan. Misalkan bulan ini mereka tidak ambil masih bisa ambil bulan berikutnya

"Mereka akan menggunakan sesuai kebutuhan kalau tidak diiambil tidak hangus," jelas Khofifah.

Khofifah menyampaikan, untuk katagori penerima dilihat dengan menggunakan PBDT BPS 2015 dari 40 persen status sosial ekonomi terendah, 25 persennya menerima Rastra kemudian 11 persen penerima PKH, tahun depan meningkat menjadi 15,6 persen untuk penerima PKH.

"Kita tetap menggunakan hasil PBDT BPS 2015," ujarnya.

Terkait validasinya, kata Khofifah, mungkin ada yang meninggal, berpindah dan mandiri atau bagi PKH ada yang kondisionalitasnya sudah tidak terpenuhi, maka untuk prosesnya Kementerian Sosial mengirim format sistem informasi dan konfirmasi data sosial terpadu.

Bahkan, lanjutnya, sistem informasi kesejahteraan sosial next generation, aplikasi ini yang akan dikirim ke kabupaten/kota dan disiapkan juga dua orang operator di Dinas Sosial (Dinsos) masing-masing untuk bisa mengakses aplikasi tersebut.

"Jika ini bisa dilakukan online maka update data online bisa dilakukan di seluruh kabupaten/kota Se-Indonesia. Harapannya program ini jalan bisa terlaksana dengan baik," harap Khofifah. 

Komentar

Loading...