Unduh Aplikasi

Kementerian PUPR Percepat Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Jepang

Kementerian PUPR Percepat Kerja Sama Proyek Infrastruktur dengan Jepang

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008, Mr Yusuo Fukuda yang juga selaku Ketua Asosiasi Jepang-Indonesia di Kantor Kementeriaan PUPR, Jumat (27/10) kemarin. Setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Pertemuan itu membahas langkah percepatan pembangunan infrastruktur PUPR sebagai bentuk komitmen kerjasama bilateral Indonesia-Jepang. Pertemuan lanjutan ini untuk menyamakan persepsi dan mendetailkan proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek-proyek yang akan dipercepat pelaksanaannya adalah Mass Rapid Transport (MRT), Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Jalan Akses Pelabuhan Patimban, Sistem Pengolahan Limbah Terpusat DKI Jakarta (Jakarta Sewerage System) dan Jalan Tol Padang-Bukit Tinggi-Pekanbaru.

Namun, khusus infrastruktur PUPR, Pemerintah Jepang berkomitmen mendukung pendanaan Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya ruas Padang – Bukit Tinggi – Pekanbaru di Sumatera Barat-Riau sepanjang 40 kilo meter (Km) dari total 255,8 km, termasuk terowongan sepanjang 7 km. Dengan perkiraan biaya konstruksi sebesar Rp 65 triliun dalam masa konstruksi 2018 hingga 2023.

"Kami mendorong pembangunan tunneling atau terowongan pada jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru yang akan dibiayai oleh JICA termasuk jalan penghubungnya," kata Basuki Hadimuljono dalam rilisnya yang diterima AJNN.

Menteri Basuki menyampaikan, pembangunan terowongan memerlukan kajian lebih dalam, sebab kawasan tersebut berada di Bukit Barisan dengan struktur batuan yang spesifik. Proyek ini ditargetkan mulai pada Februari 2018 sekaligus menjadi momentum peringatan 60 tahun kerja sama Indonesia-Jepang.

"PT Hutama Karya akan segera melakukan pemetaan geologi bersama Tim dari Universitas Gajah Mada (UGM), sehingga Februari 2018 kita sudah bisa dilakukan groundbreaking," ujarnya.

Selain itu, kata Menteri Basuki, untuk pembangunan jalan Akses Pelabuhan Patimban tahap I sepanjang 8,1 km saat ini sedang dalam tahapan pelelangan. Ditargetkan selesai pada akhir Februari 2018 dan dapat dilakukan penandatanganan kontrak sekaligus dimulainya konstruksi.

"Masa konstruksi direncanakan berlangsung selama 12 bulan dengan nilai diperkirakan sebesar Rp 1,3 triliun sehingga pada Februari 2019, jalan akses Pelabuhan Patimban sudah selesai. Namun, Kementerian PUPR akan berusaha untuk lebih mempercepat penyelesaiannya," ungkapnya.

Jalan Akses Pelabuhan Patimban juga akan dikembangkan tahap 2 yang akan tersambung ke Jalan Tol Cikopo Palimanan sepanjang 40 km ini akan dimulai pada tahun 2020 dengan perkiraan biaya konstruksi sebesar Rp 3,86 triliun.

Adapun proyek kerja sama lainnya, lanjut menteri, ada pembangunan Sistem Pengolahan Limbah Terpusat DKI Jakarta/Jakarta Sewerage System (JSS) dengan prioritas pada zona 1 (Pluit) dan zona 6 (Duri Kosambi) dari 15 zona yang direncanakan.

Basuki menjelaskan zona 1 dan zona 6 adalah prioritas dan sudah disiapkan lahan untuk pembangunannya yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Pembangunan di zona 1 dibangun diatas lahan seluas 4,901 hektar dengan kapasitas 198.000 m3 limbah per hari.

Pada zona 1, lanjut Menteri, kini sudah dalam tahapan penyusunan rencana dasar dan rencana detail proyek senilai Rp 115,7 miliar yang berasal dari pinjaman Pemerintah Jepang. Sedangkan fisiknya, memerlukan biaya investasi Rp 8,5 triliun akan mulai dikerjakan pada tahun 2019. Sementara pelaksanaan zona 6 di daerah Duri Kosambi dengan luas sekitar 5,875 Ha dengan kapasitas 282.000 m3 per hari.

Menteri PUPR juga telah menyiapkan antisipasi dampak dari pembangunan Jalan Tol Padang – Bukit Tinggi – Pekanbaru terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kementerian PUPR akan menyiapkan rest area yang dapat menampung para pelaku usaha.

"Kami akan buat rest area yang memadai untuk UMKM. Selain di Jalan Tol Padang – Bukit Tinggi – Pekanbaru, juga akan dilakukan hal yang serupa di Pantura. Dengan adanya rest area, pelaku usaha akan bisa menjalankan usahanya di kawasan tersebut," terang Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Mantan Perdana Menteri Jepang Mr Yusuo Fukuda sangat berharap semua proyek kerja sama dilakukan dengan cepat. "Jepang akan bekerja sama untuk menyelesaikan proyek-proyek agar lebih cepat selesai," jelas Fukuda.

Pertemuan ini dihadiri, Menteri PUPR yang didampingi Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti, Irjen Kementerian PUPR Rildo Ananda Anwar, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani, Dirut PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra.

Komentar

Loading...