Unduh Aplikasi

Kementerian Pariwisata Promosi Wisata Halal di Aceh

Kementerian Pariwisata Promosi Wisata Halal di Aceh
BANDA ACEH - 80 peserta keterwakilan dari lembaga yang membidangi pariwisata di Aceh mengikuti pertemuan Asistensi Promosi Wisata Halal di Hotel Sultan, Banda Aceh, Selasa (26/4). Acara pelatihan promosi wisata halal tersebut diadakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata RI, Tazbir, menyebutkan jumlah wisatawan internasional pada 2013 mengalami kenaikan sebesar lima persen.  "Pada 2012 mencapai 1.035 milliar jiwa, menjadi 1.087 milliar jiwa, dari data itu kontribusi wisatawan muslim (di luar Haji dan Umrah) pada 2012 lebih dari 4126 trilliun jiwa," kata Tazbir dalam sambutan yang dibacakan Susanti, sebagai Staf Bidang Penguatan Asisten Deputi Jejaring Pengembangan Bisnis dan Pemerintah.

Saat ini, kata Tazbir, pertumbuhan wisatawan muslim juga terus meningkat dengan ditopang dengan negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), atau negara non muslim yang menyediakan produk-produk halal dan fasilitas yang mendukung bagi kebutuhan wisatawan muslim. "Seperti restoran halal, hotel, dan paket wisata syariah serta tempat ibadah yang layak dan tempat-tempat hiburan yang memenuhi standar syariah," sebut Tazbir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Permusiuman dan Sejarah Keperbukalaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Teuku Raja Zulkarnaini mengatakan, sebenarnya wisata halal sudah ada di Aceh selama ini, yaitu dengan sebutan wisata syariah. "Sebenarnya wisata halal ini sudah ada di Aceh, yaitu wisata syariah. Sudah ada dari dulu, tapi sekarang sudah berubah menjadi wisata halal," kata Teuku Raja.

Dalam penerapan wisata halal ini, kata Raja Nagan--sapaan T Raja Zulkarnaini, jika ada wisatawan asing maka harus mengikuti ada istiadat di Aceh. Ketika ingin ke Masjid Baiturrahman maka harus berpakaian muslim. "Wisata halal itu semuanya harus halal, seperti toilet harus besih, pelayanan harus bagus, kebersihan dan sebagainya. Dan selama ini wisata halal sudah berjalan di Aceh,namun belum maksimal, perlu penerapan yang lainnya," pungkas Raja Nagan.

Komentar

Loading...