Unduh Aplikasi

Kemenkumham Aceh Bentuk Pesantren di Lapas dan Rutan

Kemenkumham Aceh Bentuk Pesantren di Lapas dan Rutan
Kemenkumham Aceh gandeng Badan Dayah bentuk Pesantren di Lapas dan Rutan. Foto; Tommy

BANDA ACEH - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh membentuk pesantren di setiap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang ada di seluruh Aceh.

Pembentukan pesantren di lapas dan rutan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kakanwil Kemenkumham Aceh, Lilik Sujandi dengan Kepala Badan Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny dan disaksikan Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Dirjen Kekayaan Intelektual, Freddy Harris, di Banda Aceh, Selasa (17/9).

Kakanwil Kemenkumham Aceh, Lilik Sujandi menyebutkan pembentukan pesantren di lapas dan rutan sebagai upaya meningkatkan ilmu keagamaan kepada warga binaan pemasyarakatan yang ada.

"Pendidikan agama itu penting bagi warga binaan pemasyarakatan untuk merubah karakter mereka. Begitu keluar dari lapas dan rutan mereka bisa menjadi Da'i," kata Lilik.

Ia juga menyebutkan setiap warga binaan pemasyarakatan nantinya akan di berikan kurikulum atau materi keagamaan para pengajar yang dilaksanakan secara rutin.

"Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan badan Dayah yang ada di kabupaten kota ikut terlibat dalam memberikan materi keagamaan kepada warga binaan," ucapnya.

Lilik juga menyebutkan salah satu tujuan membentuk pesantren di lapas dan rutan untuk meminimalisir gangguan keamanan serta mampu meningkatkan mental warga binaan, sehingga tidak berbuat hal-hal negatif.

"Mungkin ini salah satu cara mengubah perilaku mereka yang agar lebih baik, sehingga tidak kembali lagi berbuat yang negatif," ungkap Kakanwil Kemenkumham Aceh.

Komentar

Loading...