Unduh Aplikasi

Kemenko Polhukam Desak UNHCR Percepat Tangani Imigran Rohingya di Lhokseumawe

Kemenko Polhukam Desak UNHCR Percepat Tangani Imigran Rohingya di Lhokseumawe
Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kementerian Koodinator, Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) meninjau lokasi penampungan 99 Imigran Rohingya di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Kamis (2/7). Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kementerian Koodinator, Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) meninjau lokasi penampungan 99 Imigran Rohingya di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Kamis (2/7).

Dalam kesempatan itu, Kepala Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri, Kemenko Polhukam, Khairul Anwar mendesak UNHR segera mempercepat pendataan dan penanganan Imigran Rohingya yang ditampung di tempat penampungan sementara itu.

“Kami datang untuk memastikan, bahwa penanganan Imigran Rohingya di Lhokseumawe berjalan dengan baik,” katanya kepada sejumlah awak media.

Dikatakan Khairul, selain itu pihaknya juga ingin memastikan koordinasi antara Pemerintah Daerah dengan UNHCR yang memiliki mandat untuk registrasi, perlindungan, mengecek status pengungsi dan juga rencana penempatan ke Negara ketiga (penerima).

“Begitu juga dengan IOM, sebagai lembaga internasional yang berwenang memberikan bantuan, begitu juga dengan NGO baik luar maupun lokal. Karena itu semua di bawah koordinasu satuan tugas yang sudah dibentuk oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya juga mempertanyakan, bagaimana penanganan selanjutnya ke depan terhadap Imigrasi tersebut. Karena ini bukan dalam penanganan jangka waktu pendek, bahkan sangat lama paling sebentar lima tahun.

“Kita juga harus berpikir memberikan bantuan kepada mereka dalam jangka waktu yang lama. Karena bukan jangka waktu sedikit,” tuturnya.

Sementara itu, Ptotection Associate (comm-based) atau Staff Perlindungan UNHCR, Hendrik Ch. Therik, mengaku saat ini pihaknya sedang fokus pada tanggap darurat pemenuhan kebutuhan dasar dan pendataan awal Imigran Rohingya yang ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

“Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah daerah, bagaimana penanganan selanjutnya. Fokus sekarang kita saat ini pada tanggap darurat bagaimana pemenuhan kebutuhan dasar, dan kesehatan Imigran tersebut,” kata Ptotection Associate (comm-based) atau Staff Perlindungan UNHCR, Hendrik Ch. Therik, kepada sejumlah awak media, Kamis (2/7).

Lanjutnya, UNHCR juga melakukan pendataan apakah mereka pernah tercatat di Kantor UNHCR Negara Bangladesh atau belum. Hal itu harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Dan disini pihaknya tetap fokus untuk membantu Pemerintah Daerah.

Komentar

Loading...